<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080</id><updated>2011-04-21T12:37:05.547-07:00</updated><category term='Perennealisim'/><category term='pelajar brutal'/><title type='text'>adolfarifbiologi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-1856229769689117415</id><published>2008-07-03T01:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:51:12.190-07:00</updated><title type='text'>untuk mengantarkan insan dengan segala potensi diri dan berinteraksi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh : Masmulyadi &lt;a style="" href="http://interupsicyber.blogspot.com/2007/08/pelajar-kritis-gaul-dan-syari.html#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak yang bahagia dengan tahun ajaran baru. Orang tua tentunya. Dia bahagia karena anaknya dapat lulus dan melanjutkan sekolahnya di sekolah lanjutan. Bagi seorang siswa baru, kebahagiaan itu antara lain punya teman baru, guru baru dan sekolah baru. Bahagia karena lulus ujian yang merupakan ”penghalang” sebagian siswa untuk menapaki sisi hidupnya lebih jauh. Sekolah pun ikut bahagia bisa menerima murid baru dengan aneka macam watak dan karakter. Pokoke tahun baru menjadi ruang bahagia bagi yang lulus dan mendapat sekolah baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siswa yang lulus dan menjadi siswa baru pada setiap sekolah tentunya menyandang predikat sebagai siswa sekolah lanjutan. Mereka yang lulus sekolah dasar (SD) melanjutkan ke tingkat pertama, sedangkan yang lulus sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) melanjutkan ke tingkat atas (SLTA). Ketika itu, maka siswa baru menyandang sebuah predikat baru sebagai kaum terpelajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagai kaum terpelajar, maka ada semacam tanggungjawab yang berdimensi dua hal. &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; berdimensi pada aspek tanggungjawab untuk menjadi pembelajar yang baik. &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; dimensi tanggungjawab sosial, yaitu bagaimana pelajar tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi mengembangkan nalarnya pada tanggungjawab sosial sebagai bagian dari masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua hal diatas, hanya bisa dilakukan atau diperangkan oleh seorang pelajar dengan tiga karakter utama yaitu kritis, gaul dan syar’i. Ketiga hal ini cukup menjadi ciri yang melekat pada seorang pelajar, yaitu bagaimana mengembangkan sikap kritis, mampu bergaul secara proporsional dan senantiasa dalam bingkai ilahiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebab dalam konteks dimana ruang dan waktu yang bergerak begitu dinamis. Sangat dibutuhkan ketiga karakter diatas. Seorang pelajar pada masa kini menghadapi tantangan sosial, ekonomi dan politik yang tidak sederhana. Oleh karena itu, membangun kesadaran dan respons pelajar tentang masalah sosial, ekonomi dan politik juga cukup penting. Disamping belajar dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh sebab itu, maka memasuki tahun pelajaran ini, kita semua harus senantiasa optimis dapat melaksanakan tugas kemanusiaan kita dengan amanah. Oleh sebab itu, kepada pelajar ada beberapa catatan yang harus dikembangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kenapa harus kritis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pelajar sebagaimana dijelaskan diatas, memiliki peran yang tidak ringan. Pelajar dalam zaman yang orang sering sebut sebagai era global memiliki tantangan sosial yang rumit. Perkembangan tersebut berdampak pada banyak dimensi. Lunturnya kohesifitas – rasa saling membantu sebagai sesama manusia – dalam masyarakat adalah salah satu implikasi dari perubahan zaman tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mungkin kita sering mendengar ucapakan teman-teman di sekolah yang mengatakan “hari gini gak punya HP”. Itu menjadi style – gaya – sebagai effek dari perubahan zaman tersebut. Zaman yang banyak disimbolkan oleh simbol materialisme. Yaitu suatu sikap yang mengagungkan materi. Perilaku hedonis, yaitu sikap suka berfoya-foya atau bersenang-senang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetentu hal diatas tidak kondusif bagi pembentukan diri pelajar, maka seorang pelajar harus memiliki tools – alat, pisau analisis – yang dapat menuntunnya memilih pilihan yang representatif untuk mengembangkan diri. Oleh sebab itu, maka diperlukan kesadaran kritis seorang pelajar. Kesadaran ini bisa diartikan sederhana yaitu kematangan personal dalam menentukan pilihan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mereka kemudian memilih bukan karena orang lain, bukan karena otoritas, bukan karena hasil pengalamannya semata, bukan karena kebiasaan akan, bukan pula karena konsesi tetapi karena &lt;i&gt;inquirytas&lt;/i&gt; mereka dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berpikir. Mereka melakukan sesuatu karena sadar bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu adalah penting dan berguna. Ali Syariati mengatakan bahwa jika tidak ada proses berpikir secara sadar maka aktivisme kemudian terjebak kedalam &lt;i&gt;takhyul, fanatisme&lt;/i&gt; dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebagai seorang pelajar, kritisisme harus senantiasa dibangun. Sebab salah satu ciri khas yang harus menjadi simbolnya adalah kritis. Membangun kesadaran kritis bukanlah pekerjaan mudah. Sebab itu, maka melatih diri dan mengaktifkan diri pada lembaga / organisasi menjadi sangat penting sebagai wadah belajar yang cukup reflektif dalam perjalanan kemanusiaan kita. Maka berlatilah untuk merespon sesuatu yang ganjil di lingkungan sekitar lalu pertanyakan kenapa terjadi demikian? Hal – hal kecil seperti ini cukup membantu kita pada tahapan kehidupan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gaul (Populisme)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gaul dalam hal ini hampir sama maknanya dengan fungsi integratif. Suatu kemampuan untuk bersama dengan realitas, bersatu dengan komunitas pelajar. Hendaknya pemahaman kita tentang ini bukan hanya pemahaman tentang pola konsumerisme, pola pergaulan yang bebas, perilaku bebas dsb. Kemampuan ini bukan hanya kemampuan untuk memahami tapi lebih jauh kepada proses untuk mengubah. Proses mengubah inilah yang kemudian menjadi wilayah tanggungjawab sosial pelajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagaimana sudah dijelaskan diatas. Bahwa kita tidak lagi hidup di zaman batu yang serba tradisional. Tetapi kita berada pada zaman yang serba maju. Dilengkapi dengan berbagai macam kemudahan-kemudahan. Tetapi disisi yang lain juga melahirkan kondisi-kondisi yang tidak diinginkan. Seperti penyalah gunaan teknologi yang juga berdampak pada kemanusiaan. Itulah sebabnya para kritikus modernisasi sering mengatakan bahwa modernisasi telah menimbulkan malapetaka kemanusiaan dan lingkungan yang demikian besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebab itu harus dibangun pemahaman yang &lt;i&gt;profetik &lt;/i&gt;(kenabian)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Suatu kemampuan yang bukan hanya bersama, memiliki, empati akan tetapi dilengkapi dengan kemampuan untuk mengadakan perubahan dan menatanya kembali sehingga &lt;i&gt;culture syock&lt;/i&gt; kemudian tidak menjadi gejala yang dapat menghambat secara signifikan. Dalam hal ini kita bisa belajar dari keteladanan Nabi yang agung. Bagaimana nabi merencanakan dan mendesain dakwahnya sedemikian sehingga orang tidak meresa diganggu. Sebab kehadiran Islam adalah sebagai &lt;i&gt;rahmatan lil alamin&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bingkai ilahiah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terma ketiga yang harus senantiasa dibangun adalah syar’i, artiya sesuai dengan nilai-nilai Islam. Aktivitas kepelajaran kita harus tetap dibingkai dalam frame Islam. Atau aktivisme kita harus senantiasa dalam bingkai ilahiah. Lebih spesifiknya bahwa pelajar muslim harus senantiasa dalam terang wahyu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal ini mengingat bahwa sebagai pelajar Muslim yang menjadikan Islam sebagai ruh pergerakan, ruh aktivisme dan islam sebagai pijakan. Akan tetapi bukan berarti lalu terjebak ke dalam paradigma – cara pandang – ekslusifisme – hanya untuk geolongan atau komunitasnya sendiri –, yang kemudian memandang bahwa kebenaran mutlak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus menjadi milik kita dan orang lain adalah salah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya ketiga terma diatas harus senantiasa dikembangkan dalam kerangka proses pembinaan yang berjalan secara terus menerus dan terintegrasi satu dengan lainnya. Sehingga pada akhirnya menciptakan satu makna dan brand pelajar Muhammadiyah yang kritis, integratif dan syar’i. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-1856229769689117415?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/1856229769689117415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=1856229769689117415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/1856229769689117415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/1856229769689117415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/07/untuk-mengantarkan-insan-dengan-segala.html' title='untuk mengantarkan insan dengan segala potensi diri dan berinteraksi'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-7337055582433456825</id><published>2008-07-03T01:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:40:25.456-07:00</updated><title type='text'>nilai kemanusian yang adil demokrasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan</title><content type='html'>nilai yang adil,demokrasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dalam kontek bela negara.  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Demokrasi, HAM, dan Negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;HAM dan demokrasi merupakan konsepsi kemanusiaan dan relasi sosial yang dilahirkan dari sejarah peradaban manusia di seluruh penjuru dunia. HAM dan demokrasi juga dapat dimaknai sebagai hasil perjuangan manusia untuk mempertahankan dan mencapai harkat kemanusiaannya, sebab hingga saat ini hanya konsepsi HAM dan demokrasilah yang terbukti paling mengakui dan menjamin harkat kemanusiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Konsepsi HAM dan demokrasi dapat dilacak secara teologis berupa relativitas manusia dan kemutlakan Tuhan. Konsekuensinya, tidak ada manusia yang dianggap menempati posisi lebih tinggi, karena hanya satu yang mutlak dan merupakan &lt;i&gt;prima facie&lt;/i&gt;, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Semua manusia memiliki potensi untuk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yang benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikiran yang mengklaim sebagai benar secara mutlak, dan yang lain berarti salah secara mutlak, adalah pemikiran yang bertentangan dengan kemanusiaan dan ketuhanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan seperangkat hak yang menjamin derajatnya sebagai manusia. Hak-hak inilah yang kemudian disebut dengan hak asasi manusia, yaitu hak yang diperoleh sejak kelahirannya sebagai manusia yang merupakan karunia Sang Pencipta.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Karena setiap manusia diciptakan kedudukannya sederajat dengan hak-hak yang sama, maka prinsip persamaan dan kesederajatan merupakan hal utama dalam interaksi sosial. Namun kenyataan menunjukan bahwa manusia selalu hidup dalam komunitas sosial untuk dapat menjaga derajat kemanusiaan dan mencapai tujuannya. Hal ini tidak mungkin dapat dilakukan secara individual. Akibatnya, muncul struktur sosial. Dibutuhkan kekuasaan untuk menjalankan organisasi sosial tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Kekuasaan dalam suatu organisasi dapat diperoleh berdasarkan legitimasi religius, legitimasi ideologis eliter atau pun legitimasi pragmatis.&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Namun kekuasaan berdasarkan legitimasi-legitimasi tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan sendirinya mengingkari kesamaan dan kesederajatan manusia, karena mengklaim kedudukan lebih tinggi sekelompok manusia dari manusia lainnya. Selain itu, kekuasaan yang berdasarkan ketiga legitimasi diatas akan menjadi kekuasaan yang absolut, karena asumsi dasarnya menempatkan kelompok yang memerintah sebagai pihak yang berwenang secara istimewa dan lebih tahu dalam menjalankan urusan kekuasaan negara. Kekuasaan yang didirikan berdasarkan ketiga legitimasi tersebut bisa dipastikan akan menjadi kekuasaan yang otoriter. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Konsepsi demokrasilah yang memberikan landasan dan mekanisme kekuasaan berdasarkan prinsip persamaan dan kesederajatan manusia. Demokrasi menempatkan manusia sebagai pemilik kedaulatan yang kemudian dikenal dengan prinsip kedaulatan rakyat. Berdasarkan pada teori kontrak sosial,&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk memenuhi hak-hak tiap manusia tidak mungkin dicapai oleh masing-masing orang secara individual, tetapi harus bersama-sama. Maka dibuatlah perjanjian sosial yang berisi tentang apa yang menjadi tujuan bersama, batas-batas hak individual, dan siapa yang bertanggungjawab untuk pencapaian tujuan tersebut dan menjalankan perjanjian yang telah dibuat dengan batas-batasnya. Perjanjian tersebut diwujudkan dalam bentuk konstitusi sebagai hukum tertinggi di suatu negara (&lt;i style=""&gt;the supreme law of the land&lt;/i&gt;), yang kemudian dielaborasi secara konsisten dalam hukum dan kebijakan negara. Proses demokrasi juga terwujud melalui prosedur pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat dan pejabat publik lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Konsepsi HAM dan demokrasi dalam perkembangannya sangat terkait dengan konsepsi negara hukum. Dalam sebuah negara hukum, sesungguhnya yang memerintah adalah hukum, bukan manusia. Hukum dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. Supremasi konstitusi disamping merupakan konsekuensi dari konsep negara hukum, sekaligus merupakan pelaksanaan demokrasi karena konstitusi adalah wujud perjanjian sosial tertinggi.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Selain itu, prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat dapat menjamin peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga setiap peraturan perundang-undangan yang diterapkan dan ditegakkan benar-benar mencerminkan perasaan keadilan masyarakat. Hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak boleh ditetapkan dan diterapkan secara sepihak oleh dan atau hanya untuk kepentingan penguasa. Hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi. Hukum tidak dimaksudkan untuk hanya menjamin kepentingan beberapa orang yang berkuasa, melainkan menjamin kepentingan keadilan bagi semua orang. Dengan demikian negara hukum yang dikembangkan bukan &lt;i&gt;absolute rechtsstaat&lt;/i&gt;, melainkan &lt;i&gt;democratische rechtsstaat&lt;/i&gt;.&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Sebagaimana telah berhasil dirumuskan dalam naskah Perubahan Kedua UUD 1945, ketentuan mengenai hak-hak asasi manusia telah mendapatkan jaminan konstitusional yang sangat kuat dalam Undang-Undang Dasar. Sebagian besar materi Undang-Undang Dasar ini sebe­narnya berasal dari rumusan Undang-Undang yang telah disah­kan sebe­lum­nya, yaitu UU tentang Hak Asasi Manusia. Jika dirumuskan kembali, maka materi yang sudah diadopsikan ke dalam rumusan Undang-Undang Dasar 1945 mencakup 27 materi berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak memper­tahankan hidup dan kehidupannya&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjut­kan keturunan melalui perkawinan yang sah&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari ke­ke­rasan dan diskriminasi&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskri­minatif atas dasar apapun dan berhak mendapat­kan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat dis­kri­mi­natif itu&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menu­rut aga­ma­nya, memilih pendidikan dan pengajaran, me­mi­­­lih&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt; peker­jaan, memilih kewarganegaraan, memilih &lt;/span&gt;tem­pat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;6.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini keperca­yaan, me­nya­takan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya&lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;7.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkum­pul, dan mengeluarkan pendapat&lt;a style="" href="#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;8.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memper­oleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan ling­kungan sosial­nya serta berhak untuk mencari, mem­per­oleh, memiliki, menyim­pan, mengolah, dan menyam­pai­kan informasi dengan menggu­nakan segala jenis saluran yang tersedia&lt;a style="" href="#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;9.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, ke­luar­ga, ke­hor­matan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekua­saannya, serta berhak atas rasa aman dan per­lindungan dari an­caman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi&lt;a style="" href="#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;10.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak mem­peroleh suaka politik dari negara lain&lt;a style="" href="#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;11.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, ber­tempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kese­hatan&lt;a style="" href="#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;12.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perla­ku­an khu­sus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan&lt;a style="" href="#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;13.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memung­kinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manu­sia yang ber­martabat&lt;a style="" href="#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;14.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewe­nang-wenang oleh siapapun&lt;a style="" href="#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;15.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pe­me­nuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidik­an dan memper­oleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kese­jah­teraan umat manusia&lt;a style="" href="#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;16.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam mem­perjuangkan haknya secara kolektif untuk mem­ba­ngun ma­sya­rakat, bangsa dan negaranya&lt;a style="" href="#_ftn21" name="_ftnref21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;17.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlin­dung­an, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadap­an hukum&lt;a style="" href="#_ftn22" name="_ftnref22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;18.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbal­an dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja&lt;a style="" href="#_ftn23" name="_ftnref23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;19.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan&lt;a style="" href="#_ftn24" name="_ftnref24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;20.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Negara, dalam keadaan apapun, tidak dapat mengurangi hak setiap orang untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut&lt;a style="" href="#_ftn25" name="_ftnref25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;21.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Negara menjamin penghormatan atas identitas budaya dan hak masyarakat tradisional selaras dengan perkem­bangan zaman dan tingkat peradaban bangsa&lt;a style="" href="#_ftn26" name="_ftnref26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;22.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Negara menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral ke­ma­nu­siaan yang diajarkan oleh setiap agama, dan men­ja­min kemer­dekaan tiap-tiap penduduk untuk me­me­luk dan menjalankan ajaran agamanya&lt;a style="" href="#_ftn27" name="_ftnref27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;23.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan &lt;/span&gt;hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, ter­utama pemerintah&lt;a style="" href="#_ftn28" name="_ftnref28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;24.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Untuk memajukan, menegakkan dan melindungi hak asasi ma­nusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, ma­ka pelaksanaan hak asasi manusia dija­min, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan&lt;a style="" href="#_ftn29" name="_ftnref29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;25.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Untuk menjamin pelaksanaan Pasal 4 ayat (5) tersebut di atas, dibentuk &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'mso-bidi-font-size:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'mso-bidi-font-size:11.0pt;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:"&gt;xe &amp;quot;Komisi Nasional Hak Asasi Manusia&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'mso-bidi-font-size:11.0pt;mso-ansi-language:IN'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang bersifat inde­penden menurut ketentuan yang diatur dengan undang-un­dang&lt;a style="" href="#_ftn30" name="_ftnref30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;26.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain da­lam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ber­negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;27.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan de­ngan undang-undang dengan maksud semata-mata un­tuk menjamin peng­akuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim­bangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis&lt;a style="" href="#_ftn31" name="_ftnref31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Jika ke-27 ketentuan yang sudah diadopsikan ke dalam Undang-Undang Dasar diperluas dengan memasukkan ele­men baru yang ber­sifat menyempurnakan rumusan yang ada, lalu dikelompokkan kembali sehingga mencakup ketentuan-ketentuan baru yang belum dimuat di dalamnya, maka ru­mus­an hak asasi manusia dalam Un­dang-Undang Dasar da­pat mencakup lima kelompok materi sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Kelompok Hak-Hak Sipil yang dapat dirumuskan men­jadi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan kehidupannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat kemanusiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk bebas dari segala bentuk perbu­dakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk bebas memiliki keyakinan, pikiran dan hati nurani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk diakui sebagai pribadi di ha­dapan hukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas perlakuan yang sama di ha­dapan hukum dan pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;h.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;i.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk membentuk keluarga dan melan­jutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;j.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak akan status kewarganegaraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;k.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk bebas bertempat tinggal di wi­layah negaranya, meninggalkan dan kembali ke negaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;l.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak memperoleh suaka politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;m.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setiap orang berhak bebas dari segala bentuk perla­kuan dis­kriminatif dan berhak mendapatkan perlin­dungan hukum dari perlakuan yang bersifat diskrimi­natif tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="margin-left: 0in; text-indent: 34pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terhadap hak-hak sipil tersebut, dalam keadaan apa­pun atau ba­gai­manapun, negara tidak dapat mengurangi arti hak-hak yang ditentukan dalam Kelompok 1 “a” sampai dengan “h”. Namun, ke­tentuan tersebut tentu tidak di­mak­sud dan tidak dapat diartikan atau digunakan seba­gai dasar untuk membebaskan seseorang dari &lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;penun­tutan atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang &lt;/span&gt;diakui menurut ketentuan hukum Internasional. Pembatasan dan penegasan ini penting untuk memas­tikan bahwa ketentuan tersebut tidak dimanfaatkan secara semena-mena oleh pihak-pihak yang berusaha membebaskan diri dari ancaman tuntutan. Justru di sini­lah letak kontro­versi yang timbul setelah ketentuan Pasal 28I Perubahan Kedua UUD 1945 disahkan beberapa waktu yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kelompok Hak-Hak Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Setiap warga negara berhak untuk berserikat, ber­kum­pul &lt;/span&gt;dan menyatakan pendapatnya secara damai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap warga negara berhak untuk memilih dan di­pi­lih dalam rangka lembaga perwakilan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap warga negara dapat diangkat untuk mendu­duki ja­batan-jabatan publik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk memperoleh dan memilih peker­jaan yang sah dan layak bagi kemanusiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk bekerja, mendapat imbal­an, dan men­dapat perlakuan yang layak dalam hu­bung­an kerja yang berkeadilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap warga negara berhak atas jaminan sosial yang dibu­tuh­kan untuk hidup layak dan memungkinkan pengembangan dirinya sebagai manusia yang ber­martabat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;h.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan mem­peroleh informasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;i.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak untuk memperoleh dan memilih pendi­dikan dan pengajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;j.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak mengembangkan dan memper­oleh man­faat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan umat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;k.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Negara menjamin penghormatan atas identitas bu­da­ya dan hak-hak masyarakat lokal selaras dengan per­kembangan za­man dan tingkat peradaban bangsa&lt;a style="" href="#_ftn32" name="_ftnref32" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;l.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Negara mengakui setiap budaya sebagai bagian dari kebu­dayaan nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;m.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Negara menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral kema­nusiaan yang diajarkan oleh setiap agama, dan menjamin ke­mer­dekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan menja­lankan ajaran agamanya&lt;a style="" href="#_ftn33" name="_ftnref33" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kelompok Hak-Hak Khusus dan Hak Atas Pembangunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap warga negara yang menyandang masalah so­sial, terma­suk kelompok masyarakat yang terasing dan yang hidup di lingkungan terpencil, berhak men­dapat kemudahan dan per­lakuan khusus untuk mem­peroleh kesempatan yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hak perempuan dijamin dan dilindungi untuk men­capai kesetaraan gender dalam kehidupan nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hak khusus yang melekat pada diri perempuan yang dika­renakan oleh fungsi reproduksinya dijamin dan dilindungi oleh hukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap anak berhak atas kasih sayang, perhatian dan perlin­dungan orangtua, keluarga, masyarakat dan ne­ga­ra bagi per­tumbuhan fisik dan mental serta per­kem­bangan pribadinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap warga negara berhak untuk berperan serta da­lam pengelolaan dan turut menikmati manfaat yang diperoleh dari pengelolaan kekayaan alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang ber­sih dan sehat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Kebijakan, perlakuan atau tindakan khusus yang ber­sifat sementara dan dituangkan dalam peraturan per­undangan-un­dangan yang sah yang dimaksudkan un­tuk menyetarakan tingkat perkembangan kelom­pok tertentu yang pernah me­nga­lami perlakuan dis­krimi­nasi dengan kelompok-kelompok lain dalam masya­rakat, dan perlakuan khusus sebagaimana di­ten­tukan dalam ayat (1) pasal ini, tidak termasuk dalam pe­nger­tian diskriminasi sebagaimana ditentu­kan dalam Pasal 1 ayat (13).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanggungjawab Negara dan Kewajiban Asasi Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk pada pembatasan yang dite­tap­kan oleh undang-undang dengan maksud semata-ma­ta untuk menjamin pengakuan dan penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain serta untuk meme­nuhi tuntutan keadilan sesuai dengan nilai-nilai aga­ma, moralitas dan kesusilaan, keamanan dan keter­tib­an umum dalam masyarakat yang demokratis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Negara bertanggungjawab atas perlindungan, pema­juan, penegakan, dan pemenuhan hak-hak asasi ma­nusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Untuk menjamin pelaksanaan hak asasi manusia, dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang bersifat independen dan tidak memihak yang pem­bentukan, susunan dan kedu­dukannya diatur dengan undang-undang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; letter-spacing: -0.1pt;" lang="IN"&gt;Ketentuan-ketentuan yang memberikan jaminan konsti­tusional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;terhadap hak-hak asasi manusia itu sangat penting dan bahkan diang­gap merupakan salah satu ciri pokok dianutnya prinsip negara hukum di suatu negara. Namun di samping hak-hak asasi manusia, harus pula dipa­hami bahwa setiap orang memiliki kewajiban dan tanggung­jawab yang juga bersifat asasi. Setiap orang, selama hidup­nya sejak sebe­lum kelahiran, memiliki hak dan kewajiban yang hakiki seba­gai manusia. Pembentukan negara dan pemerin­tahan, untuk alas­­an apapun, tidak boleh menghilangkan prinsip hak dan kewa­jiban yang disandang oleh setiap ma­nu­sia. Karena itu, jaminan hak dan kewajiban itu tidak diten­tukan oleh kedu­dukan orang sebagai warga suatu negara. Setiap orang di ma­na­pun ia berada harus dija­min hak-hak dasarnya. Pada saat yang bersamaan, setiap orang di manapun ia berada, juga wajib menjunjung tinggi hak-hak asasi orang lain sebagai­mana mestinya. Keseim­bangan kesadaran akan ada­nya hak dan kewajiban asasi ini merupakan ciri penting pan­dangan dasar bangsa Indonesia mengenai manusia dan kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Bangsa Indonesia memahami bahwa &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;font-family:Georgia;mso-ansi-language:IN'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;The Universal Declaration of Human Rights&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;font-family:Georgia;mso-ansi-language:IN'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;The Universal Declaration of Human Rights&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt; yang dicetuskan pada tahun 1948 merupakan per­nyataan umat manusia yang mengan­dung nilai-nilai universal yang wajib dihormati. Bersamaan dengan itu, bangsa Indonesia juga memandang bahwa &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;font-family:Georgia;mso-ansi-language:IN'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;The Universal Declaration of Human Responsibility&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;font-family:Georgia;mso-ansi-language:IN'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;The Universal Declaration of Human Responsibility&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt; yang dicetuskan oleh Inter-Action Council pada tahun 1997 juga mengandung nilai universal yang wajib dijunjung tinggi un­tuk &lt;i&gt;melengkapi The Universal Declaration of Human Rights&lt;/i&gt; tersebut. Kesa­daran umum mengenai hak-hak dan kewajiban asasi manusia itu menjiwai keseluruhan sistem hukum dan konstitusi Indonesia, dan karena itu, perlu di­adop­sikan ke dalam rumusan Undang-Un­dang Dasar atas dasar pengertian-pengertian dasar yang dikem­bangkan sen­diri oleh bangsa Indonesia. Karena itu, perumusannya dalam Undang-Undang Dasar ini mencakup warisan-warisan pemi­kiran mengenai hak asasi manusia di masa lalu dan menca­kup pula pemi­kiran-pemikiran yang masih terus akan ber­kem­bang di masa-masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Perkembangan Demokrasi dan HAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodidrop" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Sejak awal abad ke-20, gelombang aspirasi ke arah kebe­basan dan kemerdekaan umat manusia dari penin­dasan penjajahan me­ningkat tajam dan terbuka dengan menggu­nakan pisau demokrasi dan hak asasi manusia sebagai instrumen perjuangan yang efektif dan membebaskan. Puncak perjuangan kemanusiaan itu telah menghasilkan perubahan yang sangat luas dan mendasar pada pertengahan abad ke-20 dengan munculnya gelombang dekolonisasi di seluruh dunia dan menghasilkan berdiri dan terbentuknya negara-negara baru yang merdeka dan berdaulat di berbagai belahan dunia. Perkembangan demokratisasi kembali terjadi dan menguat pasca perang dingin yang ditandai runtuhnya kekuasaan komunis Uni Soviet dan Yugoslavia. Hal ini kemudian diikuti proses demokratisasi di negara-negara dunia ketiga pada tahun 1990-an.&lt;a style="" href="#_ftn34" name="_ftnref34" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Semua peristiwa yang mendorong mun­culnya gerakan kebebasan dan kemerdekaan selalu mempunyai ciri-ciri hubungan kekuasaan yang menindas dan tidak adil, baik dalam struktur hubungan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain maupun dalam hubungan antara satu pemerintahan dengan rakyatnya. Dalam wacana perjuangan untuk kemerde­kaan dan hak asasi manusia pada awal sampai pertengahan abad ke-20 yang menonjol adalah perjuangan mondial bangsa-bangsa terjajah menghadapi bangsa-bangsa penjajah. Karena itu, rakyat di semua negara yang terjajah secara mudah ter­bangkitkan semangatnya untuk secara bersama-sama menya­tu dalam gerakan solidaritas perjuangan anti penja­jahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Sedangkan yang lebih menonjol selama paruh kedua abad ke-20 adalah perjuangan rakyat melawan pemerintahan yang otoriter. Wacana demokrasi dan kerakyatan di suatu negara, tidak mesti identik dengan gagasan rakyat di negara lain yang lebih maju dan menikmati kehidupan yang jauh lebih demokratis. Karena itu, wacana demokrasi dan hak asasi manusia di zaman sekarang juga digunakan, baik oleh kalangan rakyat yang merasa tertindas maupun oleh peme­rintahan negara-negara lain yang merasa berkepentingan untuk mempromosikan demo­krasi dan hak asasi manusia di negara-negara lain yang dianggap tidak demokratis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Karena itu, pola hubungan kekuasaan antar negara dan aliansi perjuangan di zaman dulu dan sekarang mengalami perubahan struktural yang mendasar. Dulu, hubungan internasional diperan­kan oleh pemerintah dan rakyat dalam hubungan yang terbagi antara hubungan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;Government to Government&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Government to Government&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; &lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;G to G&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;G to G)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; dan hubungan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;People to People&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;People to People (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;P to P&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;P to P)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;. Sekarang, pola hubungan itu berubah menjadi bervariasi, baik &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;G to G&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;G to G, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;P to P&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;P to P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; maupun &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;G to P&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;G to P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;P to G&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;P to G&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;. Semua kemung­kinan bisa terjadi, baik atas prakarsa institusi peme­rintahan ataupun atas prakarsa perseorangan rakyat biasa. Bahkan suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;pemerintahan negara lain dapat bertindak untuk melindungi warga-negara dari negara lain atas nama perlin­dungan hak asasi manusia.&lt;a style="" href="#_ftn35" name="_ftnref35" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Dengan perkataan lain, masalah pertama yang kita ha­dapi dewasa ini adalah bahwa pemahaman terhadap konsep hak asasi manusia itu haruslah dilihat dalam konteks &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;relationalistic perspectives of power&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;rela­tionalistic perspectives of power&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; yang tepat. Bahkan, konsep hubungan kekuasaan itu sendiripun juga mengalami perubah­an berhubung dengan kenyataan bahwa elemen-elemen kekuasaan itu dewasa ini tidak saja terkait dengan kedudukan politik melainkan juga terkait dengan kekuasaan-ke­kuasaan atas sumber-sumber ekonomi, dan bahkan tekno­logi dan industri yang justru memperlihatkan peran yang makin penting dewasa ini. Oleh karena itu, konsep dan prosedur-pro­sedur hak asasi manusia dewasa ini selain harus dilihat dalam konteks hubungan kekuasaan politik, juga harus di­kaitkan dengan konteks hubungan kekuasaan ekonomi dan industri.&lt;a style="" href="#_ftn36" name="_ftnref36" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Dalam kaitan dengan itu, pola hubungan kekuasaan dalam arti yang baru itu dapat dilihat sebagai hubungan produksi yang menghubungkan antara kepentingan produsen dan kepentingan konsumen. Dalam era industrialisasi yang terus meningkat dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus meningkat dewasa ini, dinamika proses produksi dan konsumsi ini terus berkembang di semua sektor kehidup­an kemasya­rakatan dan kenegaraan umat manusia dewasa ini. Kebijakan politik, misalnya, selain dapat dilihat dengan kacamata biasa, juga dapat dilihat dalam konteks produksi. Negara, dalam hal ini meru­pakan produsen, sedangkan rakyat adalah konsu­mennya. Karena itu, hak asasi manusia di zaman sekarang dapt dipahami secara konseptual sebagai hak konsumen yang harus dilindungi dari eks­ploitasi demi keuntungan dan kepentingan sepihak kalangan produsen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Dalam hubungan ini, konsep dan prosedur hak asasi manusia mau tidak mau harus dikaitkan dengan persoalan-persoalan:&lt;a style="" href="#_ftn37" name="_ftnref37" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab1" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;1. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Struktur kekuasaan dalam hubungan antar negara yang dewasa ini dapat dikatakan sangat timpang, tidak adil, dan cenderung hanya menguntungkan negara-negara maju ataupun negara-negara yang menguasai dan mendo­minasi proses-proses pengambilan keputusan dalam berbagai forum dan badan-badan internasional, baik yang menyang­kut kepen­tingan-kepentingan politik maupun kepen­tingan-kepentingan ekonomi dan kebudayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab1" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;2. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Struktur kekuasaan yang tidak demokratis di lingkungan internal negara-negara yang menerapkan sistem otori­tarianisme yang hanya menguntungkan segelintir kelas pen­duduk yang berkuasa ataupun kelas penduduk yang menguasai sumber-sumber ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab1" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;3. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Struktur hubungan kekuasaan yang tidak seimbang antara pemodal dengan pekerja dan antara pemodal beserta mana­jemen produsen dengan konsumen di setiap ling­kungan dunia usaha industri, baik industri primer, industri manufaktur maupun industri jasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab1" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pola hubungan “atas-bawah”, baik pada peringkat lokal, nasional, regional maupun global antara lain adalah faktor kekayaan dan sumber-sumber ekonomi, kewenangan politik, tingkat pendidikan atau kecerdasan rata-rata, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, citra atau nama baik, dan kekuatan fisik termasuk kekuatan militer. Makin banyak faktor-faktor tersebut di atas dikuasai oleh seseorang, atau sekelom­pok orang ataupun oleh suatu bangsa, makin tinggi pula kedudukannya dalam stratifikasi atau peringkat pergaulan bersama. Di pihak lain, makin tinggi peringkat seseorang, kelompok orang ataupun suatu bangsa di atas orang lain atau kelompok lain atau bangsa lain, makin besar pula kekuasaan yang dimilikinya serta makin besar pula potensinya untuk memperlakukan orang lain itu secara sewenang-wenang demi keuntungannya sendiri. Dalam hubungan-hubungan yang timpang antara negara maju dengan negara berkembang, antara suatu pemerintahan dengan rakyatnya, dan bahkan antara pemodal atau pengusaha dengan konsumennya inilah dapat terjadi ketidakadilan yang pada gilirannya mendorong­nya munculnya gerakan perjuangan hak asasi manusia dimana-mana. Karena itu, salah satu aspek penting yang tak dapat dipungkiri berkenaan dengan persoalan hak asasi manusia adalah bahwa persoalan ini berkaitan erat dengan dinamika &lt;i&gt;perjuangan kelas&lt;/i&gt; (meminjam istilah &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;xe &amp;quot;Karl Marx&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;font-family:Georgia;mso-ansi-language:IN'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Karl Marx) yang menuntut keadilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Sering dikemukakan bahwa pengertian konseptual hak asasi manusia itu dalam sejarah instrumen hukum internasional setidak-tidaknya telah melampaui tiga generasi perkembangan. Ketiga generasi perkembangan konsepsi hak asasi manusia itu adalah:&lt;a style="" href="#_ftn38" name="_ftnref38" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Generasi Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;, pemikiran mengenai konsepsi hak asasi manusia yang sejak lama berkembang dalam wacana para ilmuwan sejak era &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;enlightenment&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;enlightenment&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; di Eropa, meningkat menjadi dokumen-dokumen hukum internasional yang resmi. Puncak perkembangan generasi pertama hak asasi manusia ini adalah pada persitiwa penandatanganan naskah &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;Universal Declaration of Human Rights&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Universal Declaration&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;of Human Rights&lt;a style="" href="#_ftn39" name="_ftnref39" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[39]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948 setelah sebelumnya ide-ide perlin­dungan hak asasi manusia itu tercantum dalam naskah-naskah bersejarah di beberapa negara, seperti di Inggris dengan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;Magna Charta&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Magna Charta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;Bill of Rights&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Bill of Rights&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;, di Amerika Serikat dengan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;Decalaration of Independence&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Declaration of Indepen­dence&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;, dan di Perancis dengan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;Declaration of Rights of Man and of the Citizens&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Decla­ration of Rights of Man and of the Citizens&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;. Dalam konsepsi generasi pertama ini elemen dasar konsepsi hak asasi manusia itu mencakup soal prinsip integritas manusia, kebutuhan dasar manusia, dan prinsip kebebasan sipil dan politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Pada perkembangan selanjutnya yang dapat disebut sebagai hak asasi manusia &lt;b&gt;Generasi Kedua, &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;di samping adanya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;International Couvenant on Civil and Political Rights,&lt;a style="" href="#_ftn40" name="_ftnref40" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[40]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; konsepsi hak asasi manusia mencakup pula upaya menjamin pemenuhan kebutuhan untuk mengejar kemajuan ekonomi, sosial dan kebudayaan, termasuk hak atas pendidikan, hak untuk menentukan status politik, hak untuk menikmati ragam penemuan penemuan-pene­muan ilmiah, dan lain-lain sebagainya. Puncak perkembangan kedua ini tercapai dengan ditanda­tanganinya &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;International Couvenant on Economic, Social and Cu&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;International Couvenant on Eco­nomic, Social and Cultural Rights&lt;a style="" href="#_ftn41" name="_ftnref41" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[41]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; pada tahun 1966. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Kemudian pada tahun 1986, muncul pula konsepsi baru hak asasi manusia yaitu mencakup pengertian mengenai hak untuk pembangunan atau &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;rights to development&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;rights to development&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;. Hak atas atau untuk pembangunan ini mencakup persamaan hak atau kesempatan untuk maju yang berlaku bagi segala bangsa, dan termasuk hak setiap orang yang hidup sebagai bagian dari kehidupan bangsa tersebut. Hak untuk atau atas pembangunan ini antara lain meliputi hak untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan, dan hak untuk menikmati hasil-hasil pemba­ngunan tersebut, menikmati hasil-hasil dari perkembangan ekonomi, sosial dan kebudayaan, pendidikan, kesehatan, distribusi pendapatan, kesempatan kerja, dan lain-lain sebagainya. Konsepsi baru inilah yang oleh para ahli disebut sebagai konsepsi hak asasi manusia &lt;b&gt;Generasi Ketiga&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Namun demikian, ketiga generasi konsepsi hak asasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;manusia tersebut pada pokoknya mempunyai karakteristik yang sama, yaitu dipahami dalam konteks hubungan kekuasaan yang bersifat vertikal, antara rakyat dan peme­rintahan dalam suatu negara. Setiap pelanggaran terhadap hak asasi manusia mulai dari generasi pertama sampai ketiga selalu melibatkan peran pemerintah yang biasa dikategorikan sebagai &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;crime by government&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;crime by government&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; yang termasuk ke dalam pengertian &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;political crime&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;political crime&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; (kejahatan politik) sebagai lawan dari pengertian &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;crime against government&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;crime against government&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; (kejahatan terhadap kekuasaan resmi). Karena itu, yang selalu dijadikan sasaran perjuangan hak asasi manusia adalah kekuasaan represif negara terhadap rakyatnya. Akan tetapi, dalam perkembangan zaman sekarang dan di masa-masa mendatang, sebagaimana diuraikan di atas dimensi-dimensi hak asasi manusia itu akan berubah makin kompleks sifatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Persoalan hak asasi manusia tidak cukup hanya dipahami dalam konteks hubungan kekua­saan yang bersifat vertikal, tetapi mencakup pula hubungan-hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal, antar kelompok masyarakat, antara golongan rakyat atau masyarakat, dan bahkan antar satu kelompok masyarakat di suatu negara dengan kelompok masyarakat di negara lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Konsepsi baru inilah yang saya sebut sebagai konsepsi hak asasi manusia &lt;b&gt;Generasi Keempat&lt;/b&gt; seperti telah saya uraikan sebagian pada bagian terdahulu. Bahkan sebagai alternatif, menurut pendapat saya, konsepsi hak asasi manusia yang terakhir inilah yang justru tepat disebut &lt;span style=""&gt;sebagai &lt;i&gt;Konsepsi HAM Generasi Kedua&lt;/i&gt;&lt;b&gt;,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; karena sifat hubungan kekuasaan yang diaturnya memang berbeda dari konsepsi-konsep HAM sebelumnya. Sifat hubungan kekuasaan &lt;span style=""&gt;dalam &lt;i&gt;konsepsi Generasi Pertama&lt;/i&gt; bersifat vertikal&lt;b&gt;,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; sedang­kan sifat hubungan kekuasaan dalam konsepsi Generasi Kedua bersifat horizontal. Dengan demikian, pengertian konsepsi HAM generasi kedua dan generasi ketiga sebelumnya cukup dipahami sebagai perkembangan varian yang sama dalam tahap pertumbuhan konsepsi generasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; pertama.&lt;a style="" href="#_ftn42" name="_ftnref42" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; color: black;" lang="IN"&gt;[42]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Menjelang berakhirnya abad ke-20, kita menyaksikan munculnya beberapa fenomena baru yang tidak pernah ada ataupun kurang mendapat perhatian di masa-masa sebelum­nya. &lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; kita menyaksikan munculnya fenomena konglo­merasi berbagai perusahaan berskala besar dalam suatu negara yang kemudian berkembang menjadi &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;Multi National Corporations&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Multi National Corporations (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;MNC&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;MNC’s)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; atau disebut juga &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;Trans-National Corporations&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Trans-National Corpo­rations (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;TNC&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;TNC’s)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; dimana-mana di dunia. Fenomena jaringan kekuasaan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;MNC&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;MNC atau &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;TNC&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;TNC ini merambah wilayah yang sangat luas, bahkan jauh lebih luas dari jangkauan kekuasaan negara, apalagi suatu negara yang kecil yang jumlahnya sangat banyak di dunia. Dalam kaitannya dengan kekuasaan perusa­haan-peru­sahaan besar ini, yang lebih merupakan persoalan kita adalah implikasi-implikasi yang ditimbulkan oleh kekuasaan modal yang ada di balik perusa­haan besar itu terhadap kepentingan konsumen produk yang dihasilkannya. Dengan perkataan lain, hubungan kekuasaan yang dipersoalkan dalam hal ini adalah hubungan kekuasaan antara produsen dan konsumen. Masalahnya adalah bagaimana hak-hak atau kepentingan-kepentingan konsumen tersebut dapat dijamin, sehingga proses produksi dapat terus dikembangkan dengan tetap menjamin hak-hak konsumen yang juga harus dipandang sebagai bagian yang penting dari pengertian kita tentang hak asasi manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; abad ke-20 juga telah memunculkan fenomena &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;Nations without State&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Nations without State&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;, seperti bangsa Kurdi yang tersebar di berbagai negara Turki dan Irak; bangsa Cina Nasionalis yang tersebar dalam jumlah yang sangat besar di hampir semua negara di dunia; bangsa Persia (Iran), Irak, dan Bosnia yang terpaksa berkelana kemana-mana karena masalah-masalah politik yang mereka hadapi di negeri asal mereka. Persoalan status hukum kewarganegaraan bangsa-bangsa yang terpaksa berada di mana-mana tersebut, secara formal memang dapat diatasi menurut ketentuan hukum yang lazim. Misalnya, bangsa Kurdi yang tinggal di Irak Utara sudah tentu berkewar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;ganegaraan Irak, mereka yang hidup dan menetap di Turki tentu berkewarganegaraan Turki, dan demikian pula mereka yang hidup di negara-negara lain dapat menikmati status keawarganegaraan di negara mana mereka hidup. Akan tetapi, persoalan kebangsaan mereka tidak serta merta terpecahkan karena pengaturan hukum secara formal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kaitannya dengan fenomena pertama dan kedua di atas, mulai penghujung abad ke-20 telah pula berkem­bang suatu lapisan sosial tertentu dalam setiap masya­rakat di negara-negara yang terlibat aktif dalam pergaulan internasional, yaitu kelompok orang yang dapat disebut sebagai &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;global citizens&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;global citizens&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;. Mereka ini mula-mula berjumlah sedikit dan hanya terdiri dari kalangan korps diplomatik yang membangun kelompok pergaulan tersendiri. Di kalangan mereka ini berikut keluarganya, terutama para diplomat karir yang tumbuh dalam karir diplomat yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, terbentuk suatu jaringan pergaulan tersendiri yang lama kelamaan menjadi suatu kelas sosial tersendiri yang terpisah dari lingkungan masya­rakat yang lebih luas. Sebagai contoh, di setiap negara, terdapat apa yang disebut dengan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;diplomatic shop&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;diplo­matic shop &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;yang bebas pajak, yang secara khusus melayani kebutuhan para diplomat untuk berbe­lanja. Semua ini memper­kuat kecenderungan munculnya kelas sosial tersendiri yang mendo­rong munculnya kehidupan baru di kalangan sesama diplomat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Bersamaan dengan itu, di kalangan para pengusaha asing yang menanamkan modal sebagai investor usaha di berbagai negara, juga terbentuk pula suatu kelas sosial tersendiri seperti halnya kalangan korps diplomatik tersebut. Bahkan, banyak di antara para pekerja ataupun pengusaha asing tugasnya terus menerus di luar negeri, berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, yang jangkauan pergaulan mereka lebih cocok untuk menyatu dengan dunia kalangan diplomat seperti tersebut di atas, daripada bergaul dengan penduduk asli dari negara-negara tempat mereka bekerja ataupun berusaha. Dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;kedua kelompok bisnis dan diplomatik inilah muncul fenomena baru di kalangan banyak warga dunia, meskipun secara resmi memiliki status kewarganegaraan tertentu, tetapi mobilitas mereka sangat dinamis, seakan-akan menjadi semacam &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;global citizens&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;global citizens&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; yang bebas bergerak ke mana-mana di seluruh dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; dalam berbagai literatur menge­nai &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;corporatisme negara&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;corpo­ratisme negara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;, terutama di beberapa negara yang menerap­kan prosedur &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;federal arrangement&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;federal arrangement&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;, dikenal adanya konsep &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;"&gt;corporate federalism&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;corporate federalism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; sebagai sistem yang mengatur prinsip representasi politik atas dasar pertimbangan-pertimbangan ras tertentu ataupun pengelom­pokan kultural penduduk. Pem­bagian kelompok &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;English speaking community&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;English speaking community&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;French speaking community&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;French speaking community&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; di Kanada, kelompok &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;Dutch speaking community&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Dutch speaking community&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;German speaking community&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;German speaking community&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; di Belgia, dan prinsip representasi politik suku-suku tertentu dalam kamar parlemen di Austria, dapat disebut sebagai &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;corporate federalism&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;corporate federalism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt; dalam arti luas. Kelompok-kelompok etnis dan kultural tersebut diperlakukan sebagai suatu entitas hukum tersendiri yang mempunyai hak politik yang bersifat otonom dan karena itu berhak atas representasi yang demo­kratis dalam institusi parlemen. Pengaturan entitas yang bersifat otonom ini, diperlukan seakan-akan sebagai suatu daerah otonom ataupun sebagai suatu negara bagian yang bersifat tersendiri, meskipun komunitas-komunitas tersebut tidak hidup dalam suatu teritorial tertentu. Karena itu, pengaturan demikian ini biasa disebut dengan &lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;xe &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;corporate federalism&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:11.0pt;mso-bidi-font-family:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;corporate federalism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Keempat fenomena yang bersifat sosio-kultural tersebut di atas dapat dikatakan bersifat sangat khusus dan membang­kitkan kesadaran kita mengenai keragaman kultural yang kita warisi dari masa lalu, tetapi sekaligus menimbulkan persoalan mengenai kesadaran kebangsaan umat manusia yang selama ini secara resmi dibatasi oleh batas-batas teoritorial satu negara. Sekarang, zaman sudah berubah. Kita memasuki era globalisasi, di mana ikatan batas-batas negara yang bersifat formal itu berkembang makin longgar. Di samping ikatan-ikatan hukum kewarganegaraan yang bersifat formal tersebut, kesadaran akan identitas yang dipengaruhi oleh faktor-faktor historis kultural juga harus turut dipertimbangkan dalam memahami fenomena hubungan-hubungan kema­nusiaan di masa mendatang. Oleh karena itu, dimensi-dimensi hak asasi manusia di zaman sekarang dan apalagi nanti juga tidak dapat dilepaskan begitu saja dari perubahan corak-corak pengertian dalam pola-pola hubungan yang baru itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="bodi1" style="text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: windowtext;" lang="IN"&gt;Dengan perkataan lain, hubungan-hubungan kekuasaan di zaman sekarang dan nanti, selain dapat dilihat dalam konteks yang bersifat vertikal dalam suatu negara, yaitu antara peme­rintah dan rakyatnya, juga dapat dilihat dalam konteks hubung­an yang bersifat horizontal sebagaimana telah diuraikan pada bagian pertama tulisan ini. Konteks hubungan yang bersifat horizontal itu dapat terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara dan antara kelompok masya­rakat antar negara. Di zaman industri sekarang ini, corak hubungan yang bersifat horizontal tersebut untuk mudahnya dapat dilihat sebagai proses produksi dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu mencakup pula pengertian produksi dalam konteks hubungan kekuasaan yang bersifat vertikal, dimana setiap kebijakan pemerintahan dapat disebut sebagai produk yang dikeluarkan oleh pemerintah yang merupakan produsen, sedangkan rakyat banyak merupakan pihak yang mengkon­sumsinya atau konsumennya. Demikian pula setiap perusa­haan adalah pro­dusen, sedangkan produk dibeli dan dikon­sumsi oleh masya­rakat konsumennya. Dengan perkataan lain, hak konsumen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam arti yang luas ini dapat disebut sebagai dimensi baru hak asasi manusia yang tumbuh dan harus dilin­dungi dari kemungkinan penyalahgunaan atau tindakan-tindakan sewe­nang-wenang dalam hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal antara pihak produsen dengan konsu­mennya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Perkembangan konsepsi yang terakhir ini dapat disebut sebagai perkembangan konsepsi &lt;b style=""&gt;hak asasi manusia generasi kelima &lt;/b&gt;dengan ciri pokok yang terletak dalam pemahaman mengenai struk­tur hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal antara produsen yang memiliki segala potensi dan peluang untuk melakukan tindakan-tindakan sewenang-wenang terhadap pihak konsumen yang mungkin diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil. Kita semua harus menyadari perubahan struktur hubungan kekuasaan ini, sehingga tidak hanya terpaku pada kemungkinan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dalam pengertian konvensional saja. Hanya dengan menyadari perubahan ini kita dapat menawarkan pemecahan dalam perjuangan kolektif untuk menegakkan dan memajukan hak asasi manusia di masa yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Kewajiban Perlindungan dan Pemajuan HAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Konsepsi HAM yang pada awalnya menekankan pada hubungan vertikal, terutama dipengaruhi oleh sejarah pelanggaran HAM yang terutama dilakukan oleh negara, baik terhadap hak sipil-politik maupun hak ekonomi, sosial, dan budaya. Sebagai konsekuensinya, disamping karena sudah merupakan tugas pemerintahan, kewajiban utama perlindungan dan pemajuan HAM ada pada pemerintah. Hal ini dapat kita lihat dari rumusan-rumusan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konvenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, yang merupakan pengakuan negara terhadap hak asasi manusia sebagaimana menjadi substansi dari ketiga instrumen tersebut. Konsekuensinya, negara-lah yang terbebani kewajiban perlindungan dan pemajuan HAM. Kewajiban negara tersebut ditegaskan dalam konsideran “Menimbang” baik dalam Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik maupun Konvenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Dalam hukum nasional, Pasal 28I ayat (4) UUD 1945&lt;a style="" href="#_ftn43" name="_ftnref43" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[43]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyatakan bahwa perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM adalah tanggungjawab negara, terutama Pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Dengan berkembangnya konsepsi HAM yang juga meliputi hubungan-hubungan horisontal mengakibatkan perluasan kategori pelanggaran HAM dan aktor pelanggarnya. Hak atas informasi dan hak partisipasi dalam pembangunan misalnya tidak hanya menjadi kewajiban negara, tetapi juga menjadi tanggungjawab korporasi-korporasi yang dalam aktivitasnya bersinggungan dengan kehidupan masyarakat. Keberadaan perusahaan-perusahaan mau tidak mau membawa dampak dalam kehidupan masyarakat yang sering kali mengakibatkan berkurangnya hak asasi manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Persinggungan antara Korporasi dengan Hak Asasi Manusia paling tidak terkait dengan hak atas lingkungan yang bersih dan sehat, hak atas ketersediaan dan aksesibilitas terhadap sumber daya alam dan hak-hak pekerja. Secara lebih luas struk­tur hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal antara produsen juga memiliki potensi dan peluang terjadinya tindakan-tindakan sewenang-wenang terhadap pihak konsumen yang mungkin diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Maka pelanggaran HAM tidak hanya dapat dilakukan oleh negara. Dalam pola relasi kekuasaan horisontal peluang terjadinya pelanggaran HAM lebih luas dan aktor pelakunya juga meliputi aktor-aktor non negara, baik individu maupun korporasi. Karena itulah memang sudah saatnya kewajiban dan tanggungjawab perlindungan dan pemajuan HAM juga ada pada setiap individu dan korporasi. Hal ini juga telah dinyatakan dalam “&lt;i&gt;Declaration on the Right and Responsibility of Individuals, Groups, and Organs of Society to Promote and Protect Universally Recognized Human Rights and Fundamental Freedom”&lt;a style="" href="#_ftn44" name="_ftnref44" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;[44]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;pada tahun 1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Kewajiban dan tanggungjawab tersebut menjadi semakin penting mengingat masalah utama yang dihadapi umat manusia bukan lagi sekedar kejahatan kemanusiaan, genosida, ataupun kejahatan perang. Permasalahan yang dihadapi umat manusia saat ini lebih bersifat mengakar, yaitu kemiskinan dan keterbelakangan, yang mau tidak mau harus diakui sebagai akibat eksploitasi atau &lt;/span&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia mendefinisikan “&lt;i style=""&gt;Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia&lt;/i&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt;Lembaran Negara RI Tahun 1999 No. 165, Tambahan Lembaran Negara RI No. 3886.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Franz Magnis-Suseno, &lt;i style=""&gt;Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern&lt;/i&gt;, (Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), hal. 30 – 66.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Harus diingat bahwa paling tidak terdapat tiga macam teori kontrak sosial masing-masing dikemukakan oleh John Locke, Thomas Hobbes, dan J.J. Rousseu yang masing-masing melahirkan konsep negara yang berbeda-beda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;Lihat George H. Sabine, &lt;i style=""&gt;A History of Political Theory&lt;/i&gt;, Third Edition, (New York-Chicago-San Fransisco-Toronto-London; Holt, Rinehart and Winston, 1961), hal. 517 – 596.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="FI"&gt; Lihat Jimly Asshiddiqie, &lt;i&gt;Konstitusi &amp;amp; Konstitusionalisme Indonesia&lt;/i&gt;, Edisi Revisi, (Jakarta: Konstitusi Press, 2005), hal. 152-162.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Dari Pasal 28A Perubahan Kedua UUD 1945.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayat (2) ini berasal dari Pasal 28B ayat (1) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Berasal dari ayat 28B ayat (2) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="FI"&gt; Dari Pasal 28I ayat (2) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Dari Pasal 28E ayat (1) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Pasal 28E ayat (2) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Pasal 28E ayat (3) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Dari Pasal 28F Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Ayat (5) ini berasal dari Pasal 28G ayat (1) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="FI"&gt; Dari Pasal 28G ayat (2) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="FI"&gt; Ayat (1) ini berasal dari Pasal 28H ayat (1) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn17"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="FI"&gt; Pasal 28H ayat (2) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn18"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Pasal 28H ayat (3) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn19"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Pasal 28H ayat (4) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn20"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Ayat (5) ini berasal dari Pasal 28C ayat (1) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn21"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref21" name="_ftn21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="FI"&gt; Dari Pasal 28C ayat (2) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn22"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref22" name="_ftn22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Ayat (7) ini berasal dari Pasal 28D ayat (1) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn23"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref23" name="_ftn23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Ayat (8) ini berasal dari Pasal 28D ayat (2) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn24"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref24" name="_ftn24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Ayat ini berasal dari Pasal 28E ayat (4) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn25"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref25" name="_ftn25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Berasal dari rumusan Pasal 28I ayat (1) Perubahan Kedua yang perumus­an­nya mengundang kontroversi di kalangan banyak pihak. Disini perumusannya dibalik dengan subjek negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn26"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref26" name="_ftn26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Berasal dari Pasal 28I ayat (3) yang disesuaikan dengan sistematika peru­musan keseluruhan pasal ini dengan subjek negara dalam hubungannya dengan warga negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn27"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref27" name="_ftn27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Ini adalah ayat tambahan yang diambil dari usulan berkenaan dengan pe­nyempurnaan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 sebagaimana tercantum dalam lampiran TAP No.IX/MPR/2000, yaitu alternatif 4 dengan menggabungkan perumusan alternatif 1 butir ‘c’ dan ‘a’. Akan tetapi, khusus mengenai anak kalimat terakhir ayat ini, yaitu: &lt;i&gt;“...serta melindungi penduduk dari penyebaran paham yang berten­tang­an dengan ajaran agama&lt;/i&gt;”, sebaiknya dihapuskan saja, karena dapat mengu­rangi kebebasan orang untuk menganut paham yang meskipun mungkin sesat di mata sebagian orang, tetapi bisa juga tidak sesat menurut sebagian orang lain. Negara atau Pemerintah dianggap tidak selayaknya ikut campur mengatur dalam urusan perbedaan pendapat dalam paham-paham internal suatu agama. Biarlah urusan internal agama menjadi domain masyarakat sendiri (&lt;i&gt;public domain&lt;/i&gt;). Sebab, perlindungan yang diberikan oleh negara kepada satu kelompok paham keagamaan dapat berarti pemberangusan hak asasi kelompok paham yang lain dari kebebasan yang seharusnya dijamin oleh UUD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn28"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref28" name="_ftn28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Ayat (6) ini berasal dari Pasal 28I ayat (4) Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn29"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref29" name="_ftn29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Dari ayat (5) Pasal 28I Perubahan Kedua dengan menambahkan perka­ta­an “...memajukan..”, sehingga menjadi “Untuk memajukan, menegakkan, dan me­lin­dungi....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn30"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref30" name="_ftn30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Komnas HAM memang telah dikukuhkan keberadaannya dengan un­dang-undang. Akan tetapi, agar lebih kuat, maka hal itu perlu dicantumkan tegas dalam UUD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn31"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref31" name="_ftn31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berasal dari Pasal 28J Perubahan Kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn32"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref32" name="_ftn32" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="ES-TRAD"&gt; Berasal dari Pasal 28I ayat (3) UUD 1945 yang disesuaikan dengan sis­tematika perumusan keseluruhan pasal ini dengan subjek negara dalam hubungan­nya dengan warga negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn33"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref33" name="_ftn33" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; &lt;span style="position: relative; top: -2.5pt;" lang="ES-TRAD"&gt;123&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah ayat tambahan yang diambil dari usulan berkenaan de­ngan penyempurnaan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 sebagaimana tercantum dalam lam­piran TAP No.IX/MPR/2000, yaitu alternatif 4 dengan menggabungkan peru­musan alternatif 1 butir ‘c’ dan ‘a’. Akan tetapi, khusus mengenai anak kalimat terakhir ayat ini, yaitu: &lt;i&gt;“... serta melindungi penduduk dari penyebaran paham yang bertentangan dengan ajaran agama&lt;/i&gt;”, sebaiknya dihapuskan saja, karena da­pat mengurangi kebebasan orang untuk menganut paham yang meskipun mungkin sesat di mata sebagian orang, tetapi bisa juga tidak sesat menurut sebagian orang lain. Negara atau Pemerintah dianggap tidak selayaknya ikut campur mengatur da­lam urusan perbedaan pendapat dalam paham-paham internal suatu agama. Biarlah urusan internal agama menjadi domain masyarakat sendiri (&lt;i&gt;public domain&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;). Sebab, perlindungan yang diberikan oleh negara kepada satu kelompok paham keagamaan dapat berarti pemberangusan hak asasi kelompok paham yang lain dari kebebasan yang seharusnya dijamin oleh UUD.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn34"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref34" name="_ftn34" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; Lihat Samuel P. Huntington, &lt;i style=""&gt;The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century&lt;/i&gt;, (Norman; University of Oklahoma Press, 1991).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn35"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref35" name="_ftn35" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; Jimly Asshiddiqie, &lt;i style=""&gt;Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi&lt;/i&gt;, (&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;; Konstitusi Press, 2005), hal. 209-228.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn36"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref36" name="_ftn36" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; Dalam kehidupan sosial terdapat tiga wilayah kekuasaan, yaitu negara (&lt;i style=""&gt;state&lt;/i&gt;), masyarakat sipil (&lt;i style=""&gt;civil society&lt;/i&gt;), dan pasar (&lt;i style=""&gt;market&lt;/i&gt;). Ketiga wilayah kekuasaan tersebut idealnya saling berhubungan secara seimbang tanpa adanya dominasi dari salah satu pihak. Lihat, Asshiddiqie, &lt;i style=""&gt;Konstitusi &amp;amp; Konstitusionalisme Indonesia&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;op cit&lt;/i&gt;., hal. 81. Namun kondisi sosial menunjukkan tarik-menarik antara ketiga wilayah kekuasaan tersebut terjadi hingga terjadi dominasi oleh salah satu wilayah kekuasaan. Lihat, Anthony Giddens, &lt;i style=""&gt;The Constitution of Society: Teori Strukturasi untuk Analisis Sosial&lt;/i&gt;, Judul Asli: &lt;i style=""&gt;The Constitution of Society: The Outline of the Theory of Structuration&lt;/i&gt;, Penerjemah: Adi Loka Sujono, (Pasuruan; Penerbit Pedati, 2003). Bandingkan dengan Francis Fukuyama, &lt;i style=""&gt;Memperkuat Negara: Tata Pemerintahan dan Tata Dunia Abad 21&lt;/i&gt;, Judul Asli: &lt;i style=""&gt;State Building: Governance and World Order in the 21&lt;sup&gt;st&lt;/sup&gt; Century&lt;/i&gt;, Penerjemah: A. Zaim Rofiqi, (&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;: PT Gramedia Pustaka Utama, 2005).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn37"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref37" name="_ftn37" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; Asshiddiqie, &lt;i style=""&gt;Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;op cit, &lt;/i&gt;hal. 211-212.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn38"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref38" name="_ftn38" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; &lt;i style=""&gt;Ibid&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn39"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref39" name="_ftn39" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[39]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; Ditetapkan oleh Majelis Umum dalam Resolusi 217 A (III) tertanggal 10 Desember 1948.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn40"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref40" name="_ftn40" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[40]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; Ditetapkan melalui Resolus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="PT-BR"&gt;i Majelis Umum 2200 A (III) tertanggal 16 Desember 1966.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn41"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref41" name="_ftn41" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[41]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="PT-BR"&gt; Ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum 2200 A (III) tertanggal 16 Desember 1966.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn42"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref42" name="_ftn42" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[42]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="PT-BR"&gt; Asshiddiqie, &lt;i style=""&gt;Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;op. cit, &lt;/i&gt;hal. 220-222.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn43"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref43" name="_ftn43" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[43]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;" lang="PT-BR"&gt; &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil Perubahan Kedua UUD 1945.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn44"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 3pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref44" name="_ftn44" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt;[44]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia;"&gt; &lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 9 Desember 1998 dengan Resolusi 53/144.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-7337055582433456825?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/7337055582433456825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=7337055582433456825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/7337055582433456825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/7337055582433456825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/07/nilai-kemanusian-yang-adil-demokrasi.html' title='nilai kemanusian yang adil demokrasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-5328298836993861067</id><published>2008-07-03T01:22:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:29:30.068-07:00</updated><title type='text'>nilai etika dan estetika dalam berbudaya</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;             NILAI ETIKA DAN ESTETIKA DALAM BERBUDAYA&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Secara historis perkembangan zaman boleh saja mengalami perubahan              yang dahsyat. Namun, peran kesenian tidak akan pernah berubah dalam              tatanan kehidupan manusia. Sebab, melalui media kesenian, makna              harkat menjadi citra manusia berbudaya semakin jelas dan nyata.&lt;br /&gt;           Bagi manusia Indonesia telanjur memiliki meterai sebagai bangsa yang              berbudaya. Semua itu dikarenakan kekayaan dari keragaman kesenian              daerah dari Sabang sampai Merauke yang tidak banyak dimiliki bangsa              lain. Namun, dalam sekejap, pandangan terhadap bangsa kita menjadi              ”aneh” di mata dunia. Apalagi dengan mencuatnya berbagai peristiwa              kerusuhan, dan terjadinya pelanggaran HAM yang menonjol makin              memojokkan nilai-nilai kemanusiaan dalam potret kepribadian bangsa.           &lt;br /&gt;           Padahal, secara substansial bangsa kita dikenal sangat ramah, sopan,              santun dan sangat menghargai perbedaan sebagai aset kekayaan dalam              dinamika hidup keseharian. Transparansi potret perilaku ini adalah              cermin yang tak bisa disangkal. Bahkan, relung kehidupan terhadap              nilai-nilai etika, moral dan budaya menjadi bagian yang tak              terpisahkan. Namun, kenyataannya kini semuanya telah tercerabut dan              ”nyaris” terlupakan.&lt;br /&gt;           Barangkali ada benarnya, dalam potret kehidupan bangsa yang              amburadul ini, kita masih memiliki wadah BKKNI (Badan Koordinasi              Kebudayaan Nasional Indonesia) yang mengubah haluan dalam              transformasi sosial, menjadi BKKI (Badan Kerja sama Kesenian              Indonesia) pada Februari lalu. Barangkali dengan baju dan bendera              baru ini, H. Soeparmo yang terpilih sebagai ”bidannya” dapat membawa              reformasi struktural dan sekaligus dapat memobilisasi aktivitas              kesenian sebagaimana kebutuhan bangsa kita. Sebab, salah satu tugas              dalam peran berkesenian adalah membawa kemerdekaan dan kebebasan              kreativitas bagi umat manusia sebagai dasar utama.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Tulang Punggung&lt;br /&gt;           Suatu dimensi baru, jika dalam pola kebijakan untuk meraih citra              sebagai manusia Indonesia dapat diwujudkan. Untuk hal tersebut,              kebijakan menjadi bagian yang substansial sifatnya. Bukan memberi              penekanan pada konsep keorganisasian, sebagai bendera baru dalam              praktik kebebasan. Melainkan, bercermin pada kebutuhan manusia              terhadap kebenaran, dan nilai-nilai keadilan. Sehingga, kesenian              dapat menjadi tulang punggung mempererat kehidupan yang lebih              tenang, teduh dan harmonis.&lt;br /&gt;           Dalam koridor menjalin kesatuan dan persatuan bangsa, dan mengangkat              citra kehidupan manusia Indonesia di mata dunia, perlu adanya upaya              yang tangguh dan kokoh. Sebab, tanpa upaya tersebut niscaya kita              hanya mengenang masa silam dan mengubur masa depan dari lahirnya              sebuah peradaban. Dalam hal ini kita sebagai bangsa yang dikenal              sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, tentu tidak akan rela.           &lt;br /&gt;           Namun demikian, gradasi budaya itu menukik tajam, dan dapat              dirasakan sejak jatuhnya rezim Soeharto. Meskipun, pada rezim              kekuasaan Orde Baru bukan berarti tidak ada sama sekali pelanggaran              terhadap nilai-nilai kemanusiaan, justru karena terselubung dengan              rapi maka ”borok” kemerosotan moral itu tidak begitu tampak. Tetapi,              kini semuanya menjadi serba terbuka dan menganga. Siapa pun punya              hak dan kewajiban untuk menjadi ”pelaku” reformasi, tidak sekadar              jadi penonton. Itu sebabnya, tidaklah salah jika dalam memperbaiki              kondisi bangsa, kita juga proaktif dalam menyikapinya.&lt;br /&gt;           Tak dapat disangkal, jika kesenian merupakan kebutuhan dasar manusia              secara kodrati dan unsur pokok dalam pembangunan manusia Indonesia.              Tanpa kesenian, manusia akan menjadi kehilangan jati diri dan akal              sehat. Sebab, kebutuhan manusia itu bukan hanya melangsungkan hajat              hidup semata, tetapi juga harus mengedepankan nilai-nilai etika dan              estetika. Untuk wujudkan manusia dewasa yang sadar akan arti              pentingnya manusia berbudaya, obat penawar itu barangkali adalah              kesenian.&lt;br /&gt;           Unsur penciptaan manusia sebagai proses adalah konteks budaya. Dalam              hal ini, apa yang diimpikan Konosuke Matsushita dalam bukunya              Pikiran Tentang Manusia menjadi dasar pijakan kita, jika ingin              menjadi manusia seutuhnya. Sebab, pada dasarnya manusia membawa              kebahagiaan dan mengajarkan pergaulan yang baik dan jika perlu              memaafkan sesamanya. Karena, dari sinilah dapat berkembang kesenian,              kesusastraan, musik dan nilai-nilai moral. Sehingga, pikiran manusia              menjadi cerah dan jiwanya menjadi kaya.&lt;br /&gt;           Bertalian dengan konteks itu, Soeparmo dalam ceramahnya di depan              pengurus daerah juga mengatakan hal yang sama. Artinya, jika manusia              sudah tidak mampu menjalankan tugas kreativitasnya, maka manusia itu              menjadi mandek dan mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Kondisi Semrawut&lt;br /&gt;           Carut marut kehidupan saat ini, semakin tumpang tindih. Persoalan              bangsa menjadi bara api yang sulit untuk dipadamkan. Kondisi sosial              yang tidak lagi bersahabat, menjadikan manusia makin kehilangan jati              dirinya. Bahkan berbagai ramalan menatap masa depan bangsa, hanya              berisi pesimistis dan sinis. Jika kearifan yang dimiliki manusia              semakin sempit dan terbatas, barangkali kegelisahan sebagai anak              bangsa semakin beralasan.&lt;br /&gt;           Potret sosial yang kini menjadi skenario massal masih menjadi              tekanan dalam konteks berpolitik. Akibatnya, pertarungan yang tidak              pernah akan menyelesaikan masalah terus berjalan tanpa ada ”rem”              nya. Dan itu dapat kita lihat secara kasat mata, pertunjukan              ”dagelan” yang hanya untuk memuaskan nafsu kekuasaan dan ingin              menunjukkan kekuatan dalam menggalang massa.&lt;br /&gt;           Padahal, tugas sebagai manusia yang berbudaya senantiasa mengulurkan              cinta kasih, perdamaian dan menjaga harmoni kehidupan. Tetapi,              kenyataannya sikap dan perilaku dalam potret masa kini, nilai-nilai              etika, norma-norma sosial, dan hukum moral menjadi ”haram” untuk              dijadikan landasan berpikir yang sehat. Bahkan, upaya untuk berani              membohongi diri sendiri, adalah ciri-ciri lenturnya nilai-nilai              budaya.&lt;br /&gt;           Dimensi sosial semacam ini, Indonesia di mata dunia semakin menjadi              bahan lelucon. Apalagi yang harus dijadikan komoditi bangsa dari              berbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Bicara soal ekonomi, bangsa Indonesia sudah menggadaikan diri              nasibnya pada IMF. Soal politik, dianggap ”ludrukan” karena hanya              sekadar entertainment. Dan lebih mengerikan lagi, pelanggaran hak              asasi manusia yang terjadi di daerah-daerah membuat bingkai              kemanusiaan semakin tidak memiliki harga diri. Dan masih banyak              persoalan seputar kita yang semakin semrawut dan kehilangan konteks              dalam pijakan untuk membangun manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;           Jalan pintas melalui kesenian, barangkali masih bisa menjadi              ”mediasi” silahturahmi di mata dunia. Karena dalam pendekatan              kesenian, estika, etika, dan hukum moral merupakan ekspresi yang              tidak pernah bicara soal kalah menang. Melainkan, dalam korelasi              budaya pintu melalui kesenian masih bisa dijadikan komoditi yang              bisa dijadikan akses kepercayaan.&lt;br /&gt;           Apalagi dengan diberikannya kebebasan terhadap otonomi daerah,              melalui undang-undang No.22/1999 harus dipandang sebagai suatu masa              pencerahan dalam pembangunan manusia seutuhnya. Karena dengan              otoritas yang ada, daerah dapat membangun wilayahnya dan              pengembangan terhadap kesenian tidak lagi dijadikan ”proyek” yang              sentralistik di pusat, Jakarta. Kebebasan akan hal ini, harus              dijadikan peluang untuk membangun potensi yang ada.&lt;br /&gt;           Karena itu makna pembangunan, jangan hanya dilihat dari sukses dan              tidaknya sarana jalan tol, pasar swalayan, mal-mal atau bahkan              tempat-tempat hiburan yang kini sedang ”menggoda” mata budaya.              Padahal ada hal yang lebih penting dari pesan Eric From dalam              bukunya Manusia Bagi Dirinya bahwa, ”Ketidakharmonisan eksistensi,              manusia menimbulkan kebutuhan yang jauh melebihi kebutuhan asli              kebinatangannya. Kebutuhan-kebutuhan ini menimbulkan dorongan yang              memaksa untuk memperbaiki sebuah kesatuan dan keseimbangan antara              dirinya dan bagian alam.”&lt;br /&gt;           Jika demikian masalahnya, masihkah kita men-dewa-kan pembangunan              dalam arti yang harafiah sebagai lingkup keberadaan manusia. Sebab              masih ada yang lebih substansial, pembangunan manusia seutuhnya              lewat kesenian adalah cermin bagi kepribadian bangsa. Ironis, selama              ini kita hanya terlena dalam memikirkan nasib bangsa dari sisi              pembangunan perut semata. Akibatnya, dari waktu ke waktu, kita hanya              bisa merenungi peradaban baru yang membawa bangsa ini semakin bodoh.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Penulis adalah pemerhati masalah&lt;br /&gt;oleh Drs.Nirwanto&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-5328298836993861067?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/5328298836993861067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=5328298836993861067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/5328298836993861067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/5328298836993861067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/07/nilai-etika-dan-estetika-dalam.html' title='nilai etika dan estetika dalam berbudaya'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-4734251700110966639</id><published>2008-07-03T01:14:00.002-07:00</published><updated>2008-07-03T01:18:14.932-07:00</updated><title type='text'>tugas pengantar pendidikan.nilai etika dan estetika</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;   &lt;center&gt;  &lt;table style="border-collapse: collapse;" bgcolor="#cccccc" border="0" bordercolor="#111111" cellpadding="0" cellspacing="0" height="352" width="603"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" width="150"&gt;       &lt;p&gt;          &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/banersh1.gif" border="0" height="88" width="150" /&gt;       &lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" width="487"&gt;       &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/logoSHP.jpg" border="0" height="92" width="425" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" width="133"&gt;       &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="105"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td align="center" height="20" width="150"&gt;          &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/iklan/saxophon.html"&gt;         &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/banersh2.gif" border="0" height="110" width="89" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="3" bgcolor="#ffffff" height="21" width="770"&gt;       &lt;hr color="#000000" size="1"&gt;     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#000080" height="18" width="171"&gt;     &lt;!--webbot bot="Include" U-Include="../../../date.html"       TAG="BODY" startspan --&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial Narrow;font-size:85%;"  &gt;  &lt;span style="background-color: rgb(0, 0, 128);"&gt;  &lt;script language="JavaScript"&gt; // Array of day names var dayNames = new Array("Minggu","Senin","Selasa","Rabu","Kamis","Jumat","Sabtu");  var monthNames = new Array("Januari","Februari","Maret","April","Mei","Juni","Juli",                            "Agustus","September","Oktober","November","Desember"); var dt = new Date(); var y  = dt.getYear();  // Y2K compliant if (y &lt;&gt;               &lt;/script&gt;Kamis, 3 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--webbot bot="Include" i-checksum="49640" endspan --&gt;      &lt;/td&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" align="center" height="18" valign="top" width="452"&gt;     &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/index.html"&gt;     &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;I P T E K        &amp;amp;   L I N G K U N G A N&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="right" bgcolor="#000080" height="18" width="162"&gt;     &lt;!--webbot bot="Include"       U-Include="../../../edisi.html" TAG="BODY" startspan --&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial Narrow;font-size:85%;"  &gt; &lt;span style="background-color: rgb(0, 0, 128);"&gt;No. 5869&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;!--webbot bot="Include" i-checksum="22786" endspan --&gt;      &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#000080" height="183" valign="top" width="171"&gt;       &lt;table border="0" cellspacing="1" height="679" width="96%"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td colspan="2" align="center" bgcolor="#000080" height="15" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="2" bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" align="center" height="20" width="100%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/indeksx.gif" border="0" height="20" width="150" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Halaman             Utama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/tajuk/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Tajuk             Rencana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/nasional/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Nasional&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;b&gt;           &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/uang&amp;amp;efek/index.html"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Uang &amp;amp; Efek&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/jabotabek/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Jabotabek&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/nusantara/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/luar_negeri/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Luar             Negeri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/olah_raga/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Olah             Raga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/iptek/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Iptek&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;           &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/index.html"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Hiburan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Feature&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/ritel/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Ritel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Hobi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/wisata/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Wisata&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/eureka/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Eureka&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/cafe_resto/index.html"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Cafe &amp;amp; Resto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hotel_resor/index.html"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Hotel &amp;amp; Resor&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/asuransi/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Asuransi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/otomotif/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Otomotif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/properti/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Properti&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/budaya/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Budaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ceo/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;CEO&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/opini/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Opini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/foto/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Foto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/karikatur/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Karikatur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.theguestbook.com/egbook/394922.gbook"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Komentar             Anda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="8%"&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="19" width="92%"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/tentang/index.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Tentang             SH&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 128);" height="183" valign="top" width="452"&gt;       &lt;div align="justify"&gt;       &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="1111" width="467"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(229, 229, 229);" height="19" valign="top" width="15"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteright.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="19" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(229, 229, 229);" height="19" valign="top" width="10"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteleft.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="982" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(229, 229, 229);" height="982" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Tayangan TV              Indonesia Jauh dari Etika dan Estetika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;             &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;          Pangkalpinang – Seorang sastrawan, Iman Soleh menilai, program              tayangan televisi swasta di Indonesia jauh dari sistem nilai-nilai              etika serta estetika, sehingga bila dibiarkan terus begini akan              merusak tatanan sosial dan kebudayaan bangsa.&lt;br /&gt;          “Televisi Indonesia yang mengedepankan budaya sentralistis              (metropolis Jakarta) adalah televisi dengan jangkauannya terpanjang              di dunia, karena sampai ke pelosok-pelosok desa, sehingga jangan              heran kini terjadi kekerasan budaya dan ekonomi di daerah,” ujar              Iman, sastrawan asal Bandung itu di Pangkalpinang, Jumat (11/4).&lt;br /&gt;          Ia menunjuk contoh siaran televisi apakah berita kriminal atau iklan              yang sarat pornografi dan porno aksi, seenaknya ditayangkan pada              pagi hari saat anak-anak menjelang pergi sekolah. Tidak ada              pengaturan siaran yang bisa membantu anak-anak dari kemungkinan              tertular budaya metropolis yang memenjarakan masa depan anak-anak.          &lt;br /&gt;          “Tayangan tersebut jauh dari etika dan estetika, sebagai akibat              tidak adanya pengaturan jam tayang terhadap televisi,” ujar Direktur              Artistik Celah-Celah Langit (ACC), sebuah komunitas sastrawan dan              masyarakat pencinta sastra di Bandung.&lt;br /&gt;          Seharusnya, menurut Iman Soleh, siaran televisi mengedepankan              pendidikan seperti di negara-negara maju. Sekadar diketahui siaran              TV Prancis, Australia, Jepang dan negara-negara lainnya ada              pengaturannya, untuk menyelamatkan generasi mudanya.&lt;br /&gt;          “Dalam siaran sentralistis, tayangan yang dianggap lumrah oleh orang              Jakarta, belum tentu bisa dikonsumsi orang-orang yang berada di luar              Jakarta. Artinya, kita selalu memandang dalam kacamata sama, padahal              setiap daerah itu tidak bisa diseragamkan karena mereka memiliki              tatanan adat dan budaya asri yang muncul dari daerah itu, bukan dari              Jakarta,” ujarnya.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;          Peran KPI&lt;br /&gt;          Iman Soleh mengatakan, sebenarnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)              memiliki peran mengatur jam tayang televisi dan melakukan sensor              terhadap tayangan-tayangan yang tidak layak dikonsumsi publik. Namun,              KPI jadi macan “ompong”, tak berdaya, saat dihadapkan pada bisnis              pertelevisian yang kapitalis.&lt;br /&gt;          “Saya melihat KPI belum menjalankan peranannya dalam melakukan              pengawasan terhadap penyangan siaran televisi dan mereka sepertinya              tidak punya taji karena harus mendobrak bisnis kapitalis,” ujar Iman.&lt;br /&gt;          Sastrawan lain yang juga penyair, Cecep Syamsul Hari, mempertegas,              bahwa televisi dalam perjalanannya selama ini telah memberikan              kontribusi dalam mempublikasikan citra-citra yang tidak mendidik,              karena porsi tayangannya lebih banyak tentang pertengkaran,              percintaan dibanding siaran-siaran yang sifatnya mendidik dan              kearifan.&lt;br /&gt;          “Untuk membendung itu sangat sulit, karena bisnis televisi cenderung              mengarah kepada kapitalis. Pengaturan itu hanya bisa dilakukan di              tengah keluarga yakni mematikan televisi pada jam-jam tertentu              berhubung KPI tidak bisa lagi diharapkan sebagai sebuah pranata              pengawasan siaran di Indonesia,” ujarnya.&lt;br /&gt;          (ant)&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="982" valign="top" width="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(229, 229, 229);" height="19" valign="top" width="15"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="19" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(229, 229, 229);" height="19" valign="top" width="10"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="38" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(229, 229, 229);" height="38" valign="top" width="436"&gt;           &lt;p align="center"&gt;       &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;b&gt;Copyright © Sinar Harapan 2003&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="38" valign="top" width="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="34" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteright2.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="34" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg="" style="color: rgb(229, 229, 229);" height="34" valign="top" width="10"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteleft2.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td height="19" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="19" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p align="center"&gt;           &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="19" valign="top" width="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;/div&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#000080" height="183" valign="top" width="162"&gt;       &lt;div align="left"&gt;       &lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="185" width="145"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="15" valign="top" width="9"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="15" valign="top" width="397"&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="15" valign="top" width="50"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="1" width="1"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="1" width="107"&gt;               &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="1" width="39"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/center&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-4734251700110966639?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/4734251700110966639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=4734251700110966639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/4734251700110966639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/4734251700110966639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/07/tugas-pengantar-pendidikannilai-etika_03.html' title='tugas pengantar pendidikan.nilai etika dan estetika'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-7317916900408474561</id><published>2008-07-03T01:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:15:50.019-07:00</updated><title type='text'>tugas pengantar pendidikan.nilai etika dan estetika</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;   &lt;center&gt;  &lt;table style="border-collapse: collapse;" bgcolor="#cccccc" border="0" bordercolor="#111111" cellpadding="0" cellspacing="0" height="352" width="603"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" width="150"&gt;       &lt;p&gt;          &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/banersh1.gif" border="0" height="88" width="150" /&gt;       &lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" width="487"&gt;       &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/logoSHP.jpg" border="0" height="92" width="425" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" width="133"&gt;       &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="105"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td align="center" height="20" width="150"&gt;          &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/iklan/saxophon.html"&gt;         &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/banersh2.gif" border="0" height="110" width="89" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="3" bgcolor="#ffffff" height="21" width="770"&gt;       &lt;hr color="#000000" size="1"&gt;     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#000080" height="18" width="171"&gt;     &lt;!--webbot bot="Include" U-Include="../../../date.html"       TAG="BODY" startspan --&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow;font-size:85%;color:#ffffcc;"&gt;  &lt;span style="background-color: rgb(0, 0, 128);"&gt;  &lt;script language="JavaScript"&gt; // Array of day names var dayNames = new Array("Minggu","Senin","Selasa","Rabu","Kamis","Jumat","Sabtu");  var monthNames = new Array("Januari","Februari","Maret","April","Mei","Juni","Juli",                            "Agustus","September","Oktober","November","Desember"); var dt = new Date(); var y  = dt.getYear();  // Y2K compliant if (y &lt;&gt;               &lt;/script&gt;Kamis, 3 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--webbot bot="Include" i-checksum="49640" endspan --&gt;      &lt;/td&gt;     &lt;td align="center" bg height="18" valign="top" width="452" style="color:#000080;"&gt;     &lt;span style="font-family:Arial;font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/index.html"&gt;     &lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;I P T E K        &amp;amp;   L I N G K U N G A N&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="right" bgcolor="#000080" height="18" width="162"&gt;     &lt;!--webbot bot="Include"       U-Include="../../../edisi.html" TAG="BODY" startspan --&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow;font-size:85%;color:#ffffcc;"&gt; &lt;span style="background-color: rgb(0, 0, 128);"&gt;No. 5869&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;!--webbot bot="Include" i-checksum="22786" endspan --&gt;      &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td align="center" bgcolor="#000080" height="183" valign="top" width="171"&gt;       &lt;table border="0" cellspacing="1" height="679" width="96%"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td colspan="2" align="center" bgcolor="#000080" height="15" width="100%"&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="2" align="center" bg height="20" width="100%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/indeksx.gif" border="0" height="20" width="150" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Halaman             Utama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/tajuk/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Tajuk             Rencana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/nasional/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Nasional&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/uang&amp;amp;efek/index.html"&gt;           &lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Uang &amp;amp; Efek&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/jabotabek/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Jabotabek&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/nusantara/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/luar_negeri/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Luar             Negeri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/olah_raga/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Olah             Raga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/iptek/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Iptek&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/index.html"&gt;           &lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Hiburan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Feature&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/ritel/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Ritel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Hobi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/wisata/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Wisata&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/eureka/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Eureka&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/cafe_resto/index.html"&gt;           &lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Cafe &amp;amp; Resto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hotel_resor/index.html"&gt;           &lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Hotel &amp;amp; Resor&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/asuransi/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Asuransi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/otomotif/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Otomotif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/properti/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Properti&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/budaya/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Budaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ceo/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;CEO&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/opini/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Opini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/foto/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Foto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/karikatur/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Karikatur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.theguestbook.com/egbook/394922.gbook"&gt;           &lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Komentar             Anda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" width="8%" style="color:#000080;"&gt;           &lt;span style="font-family:Arial;color:#ffffcc;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/icons.gif" border="0" height="19" width="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" width="92%" style="color:#000080;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/tentang/index.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Tentang             SH&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td bg height="183" valign="top" width="452" style="color:#000080;"&gt;       &lt;div align="justify"&gt;       &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="1111" width="467"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" valign="top" width="15" style="color:#e5e5e5;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteright.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="19" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;           &lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" valign="top" width="10" style="color:#e5e5e5;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteleft.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="982" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="982" valign="top" width="436" style="color:#e5e5e5;"&gt;             &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;Tayangan TV              Indonesia Jauh dari Etika dan Estetika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;             &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Pangkalpinang – Seorang sastrawan, Iman Soleh menilai, program              tayangan televisi swasta di Indonesia jauh dari sistem nilai-nilai              etika serta estetika, sehingga bila dibiarkan terus begini akan              merusak tatanan sosial dan kebudayaan bangsa.&lt;br /&gt;            “Televisi Indonesia yang mengedepankan budaya sentralistis              (metropolis Jakarta) adalah televisi dengan jangkauannya terpanjang              di dunia, karena sampai ke pelosok-pelosok desa, sehingga jangan              heran kini terjadi kekerasan budaya dan ekonomi di daerah,” ujar              Iman, sastrawan asal Bandung itu di Pangkalpinang, Jumat (11/4).&lt;br /&gt;            Ia menunjuk contoh siaran televisi apakah berita kriminal atau iklan              yang sarat pornografi dan porno aksi, seenaknya ditayangkan pada              pagi hari saat anak-anak menjelang pergi sekolah. Tidak ada              pengaturan siaran yang bisa membantu anak-anak dari kemungkinan              tertular budaya metropolis yang memenjarakan masa depan anak-anak.            &lt;br /&gt;            “Tayangan tersebut jauh dari etika dan estetika, sebagai akibat              tidak adanya pengaturan jam tayang terhadap televisi,” ujar Direktur              Artistik Celah-Celah Langit (ACC), sebuah komunitas sastrawan dan              masyarakat pencinta sastra di Bandung.&lt;br /&gt;            Seharusnya, menurut Iman Soleh, siaran televisi mengedepankan              pendidikan seperti di negara-negara maju. Sekadar diketahui siaran              TV Prancis, Australia, Jepang dan negara-negara lainnya ada              pengaturannya, untuk menyelamatkan generasi mudanya.&lt;br /&gt;            “Dalam siaran sentralistis, tayangan yang dianggap lumrah oleh orang              Jakarta, belum tentu bisa dikonsumsi orang-orang yang berada di luar              Jakarta. Artinya, kita selalu memandang dalam kacamata sama, padahal              setiap daerah itu tidak bisa diseragamkan karena mereka memiliki              tatanan adat dan budaya asri yang muncul dari daerah itu, bukan dari              Jakarta,” ujarnya.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Peran KPI&lt;br /&gt;            Iman Soleh mengatakan, sebenarnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)              memiliki peran mengatur jam tayang televisi dan melakukan sensor              terhadap tayangan-tayangan yang tidak layak dikonsumsi publik. Namun,              KPI jadi macan “ompong”, tak berdaya, saat dihadapkan pada bisnis              pertelevisian yang kapitalis.&lt;br /&gt;            “Saya melihat KPI belum menjalankan peranannya dalam melakukan              pengawasan terhadap penyangan siaran televisi dan mereka sepertinya              tidak punya taji karena harus mendobrak bisnis kapitalis,” ujar Iman.&lt;br /&gt;            Sastrawan lain yang juga penyair, Cecep Syamsul Hari, mempertegas,              bahwa televisi dalam perjalanannya selama ini telah memberikan              kontribusi dalam mempublikasikan citra-citra yang tidak mendidik,              karena porsi tayangannya lebih banyak tentang pertengkaran,              percintaan dibanding siaran-siaran yang sifatnya mendidik dan              kearifan.&lt;br /&gt;            “Untuk membendung itu sangat sulit, karena bisnis televisi cenderung              mengarah kepada kapitalis. Pengaturan itu hanya bisa dilakukan di              tengah keluarga yakni mematikan televisi pada jam-jam tertentu              berhubung KPI tidak bisa lagi diharapkan sebagai sebuah pranata              pengawasan siaran di Indonesia,” ujarnya.&lt;br /&gt;            (ant)&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="982" valign="top" width="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bg height="19" valign="top" width="15" style="color:#e5e5e5;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="19" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;           &lt;/td&gt;           &lt;td bg height="19" valign="top" width="10" style="color:#e5e5e5;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="38" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bg height="38" valign="top" width="436" style="color:#e5e5e5;"&gt;           &lt;p align="center"&gt;       &lt;span style="font-family:Arial;font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;Copyright © Sinar Harapan 2003&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="38" valign="top" width="10"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="34" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteright2.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#e5e5e5" height="34" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;           &lt;/td&gt;           &lt;td bg height="34" valign="top" width="10" style="color:#e5e5e5;"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/whiteleft2.gif" border="0" height="15" width="15" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td height="19" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="19" valign="top" width="436"&gt;             &lt;p align="center"&gt;           &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td height="19" valign="top" width="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;/div&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#000080" height="183" valign="top" width="162"&gt;       &lt;div align="left"&gt;       &lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="185" width="145"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="15" valign="top" width="9"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="15" valign="top" width="397"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="15" valign="top" width="50"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="1" width="1"&gt;            &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="1" width="107"&gt;               &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td bgcolor="#000080" height="1" width="39"&gt;            &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/center&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-7317916900408474561?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/7317916900408474561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=7317916900408474561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/7317916900408474561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/7317916900408474561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/07/tugas-pengantar-pendidikannilai-etika.html' title='tugas pengantar pendidikan.nilai etika dan estetika'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-3514925453761316969</id><published>2008-06-24T03:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-26T04:23:48.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelajar brutal'/><title type='text'>pelajar brutal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selain osis, kini ada forum komunikasi pelajar jakarta (fkpj). sebagai wadah untuk berembuk dan mengisi kegiatan bersama. pengurusnya diambil dari setiap sekolah di jakarta. dibimbing kanwil dep.p &amp;amp; k&lt;/p&gt; &lt;p&gt;HALAMAN Kantor Wilayah Departemen P dan K Jakarta, Minggu pagi lalu, dikerumuni sekitar seribu pelajar sekolah lanjutan tingkat atas. Mengenakan kaus bertuliskan “Berprestasilah Pelajar Jakarta”, mereka tentu saja tidak berlaga dengan batu, tinju, atau senjata tajam. Mewakili 250 sekolah di Ibu Kota, para remaja itu berniat akan menjadi anak yang “baik-baik”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pelajar, dengan bimbingan Kanwil, bertekad menjalin wadah untuk berembuk dan mengisi kegiatan bersama. Nama wadahnya, Forum Komunikasi Pelajar Jakarta atau FKPJ. “Pihak Kanwil hanya mengawasi dan membina dari belakang,” kata Soegiyo, Kepala Kanwil Departemen P dan K Jakarta, di sela-sela kerumunan para pelajar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wadah itu memang bukan untuk menyaingi OSIS (Organisasi Siswa Intra-Sekolah). Forum tersebut melibatkan lebih dari satu sekolah. Pengurusnya dipilih dari setiap sekolah. Kegiatannya juga tak cuma berkutat di lingkungan sekolah seperti OSIS. “Kegiatan OSIS tetap ada, dan FKPJ lebih luas pesertanya,” kata Dede Sutardi, Ketua OSIS STM 3 Jakarta, yang ditunjuk menjadi koordinator FKPJ.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Forum itu, 21 Oktober nanti, akan ke Balai Kota. Mereka akan membaca ikrar — seperti diucapkan dalam geladi bersih Minggu lalu — antara lain, “… Kami, pelajar Jakarta, mencintai persatuan dan kesatuan dalam semangat persaudaraan ….”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Serangkaian acara sudah disiapkan forum pelajar antarsekolah itu. Misalnya mereka akan menempel stiker simpati di setiap bis umum yang beberapa waktu lalu sering dijadikan ajang kebrutalan. Juga akan disebarkan brosur bahwa pelajar Jakarta siap menciptakan ketertiban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rangkaian gerakan lewat forum pelajar itu terutama untuk mengatrol citra mereka yang sudah babak belur karena ulah beberapa oknum, seperti berkelahi, menganiaya, atau merusak fasilitas umum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam minggu-minggu belakangan, orang mesti hati-hati bila ada “laskar” berseragam putih abu-abu beraksi. Seakan orang sudah merasa perlu mengenakan rompi anticelurit atau helm penangkis puing bangunan. Sebab, bila terjadi tawur, sasaran senjata “laskar” tadi sering tak pilih kasih. Sopir, kondektur bis kota atau penumpang, bisa kena sial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya saja kebrutalan pelajar di bis tingkat jurusan Blok M-Kalideres akhir Agustus lalu. Sekitar seratus pelajar SLTA yang naik di depan Ratu Plaza — beberapa di antaranya bersenjata tajam — menolak membayar ongkos. Mereka malah menjambret kalung penumpang dan secara brutal menghajar bis dengan batu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu, kebrutalan pelajar muncul di mana-mana. Sasaran mereka bukan cuma “lawan” pelajar dari sekolah lain. Seorang &lt;strong&gt;kernet bis PPD, M. Silaban&lt;/strong&gt;, terpaksa dioperasi rahangnya gara-gara dikeroyok 50 pelajar (TEMPO, 8 September 1990).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut catatan, prestasi kenakalan pelajar terlihat merangkak naik. Pada 1989 lalu, jenis perkelahian dan kasus pelanggaran hukum — misalnya penganiayaan atau perampokan terjadi 162 kali. Yang diseret ke pengadilan 28 orang. Tahun ini, hingga Agustus sudah tercatat 105 kali. Yang digiring ke pengadilan 27 orang. Ada lagi 10 pelajar dipecat dari sekolah karena terlibat ulah brutal itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak kurang dari Pangab Jenderal Try Sutrisno, yang menilai bahwa berbagai bentuk tindakan brutal pelajar Ibu Kota belakangan ini sudah menjurus ke tindakan kriminal murni. Maka, kata Pangab ketika mengadakan dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Selasa pekan lalu, tindakan pelajar itu perlu ditanggulangi dengan tindakan tegas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Menteri P dan K Fuad Hassan lebih melihat apa yang menyebabkan pelajar berkelahi dan bertindak brutal. Menteri, dalam acara rapat kerja dengan Komisi IX Senin pekan lalu, menunjuk pengaruh lingkungan dan bukan semata dari diri si pelajar sendiri. Sebagai misal, Fuad menyebut pengaruh sekolah yang kurang tertib.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang. Musyawarah Sekolah pada 1989 pernah meneliti penyebab kenakalan pelajar di 150 SLTA negeri Jakarta. Sekitar 88% sekolah mengakui lingkungan yang kurang beres telah mendorong mereka berkelahi atau brutal. Bahkan 93% setuju karena disiplin di sekolah sangat lemah. Misalnya, terlalu banyak jam kosong karena guru terlambat atau tak datang sama sekali. Nah, waktu senggang ini lantas membuka peluang anak-anak untuk kabur dan berbuat onar. Masih ada lagi yang dituding sebagai penyebab, yakni hubungan dengan orangtua yang tak harmonis. Ini didata dari 91% sekolah yang menjadi responden penelitian itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, Soegiyo, yang kini sibuk menyusun kiat mengatasi kenakalan pelajar, melihat ada sisi lain yakni kondisi sosial Jakarta yang sangat kompleks. Misalnya, angkutan umum yang belum mampu mendukung kebutuhan pelajar. Orangtua pun dianggap kurang memberi kesempatan kepada anaknya untuk mandiri lebih awal sehingga anak-anak itu bernyali kecil. Buktinya, mereka baru berani berbuat brutal kalau keroyokan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pengakuan beberapa pelajar, biasanya mereka ikut berkelahi karena setia kawan. Juga karena malu diejek sebagai pengecut oleh temannya. Atau merasa dirinya jagoan dan biar disegani. Kadang-kadang, sebelum berkelahi, mereka malah suka meneguk obat “pemberani”. Selesai tawuran, dengan asyik mereka menceritakan kepada teman-temannya. Itulah kebanggaan pelajar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Forum pelajar Jakarta itu dirancang untuk menyalurkan kebanggaan juga. Tentu saja bukan di pergelaran perkelahian antarsekolah atau mengobrak-abrik bis kota. Mereka menyiapkan kegiatan yang bisa menampung kebersamaan dan kerukunan antarpelajar, misalnya berkemah, kerja bakti, atau olahraga. Kanwil Departemen P dan K di Jalan Gatot Subroto menyediakan salah satu sudut kantornya untuk markas para pelajar itu. Siapa tahu, mereka lebih jinak setelah saling kenal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : (Gatot Triyanto) Majalah Tempo, Edisi. 31/XX/29 September - 05 Oktober 1990 &lt;/p&gt;                         &lt;a href="http://www.silaban.net/silaban-brotherhood/tags-cloud/"&gt;[SB] Tags&lt;/a&gt; : &lt;a href="http://www.silaban.net/tag/m.-silaban" rel="tag"&gt;M. Silaban&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.silaban.net/tag/majalah-tempo" rel="tag"&gt;Majalah Tempo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;div align="center"&gt;  &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--   google_ad_client = "pub-8769211708551678";   google_ad_width = 468;   google_ad_height = 60;   google_ad_format = "468x60_as_rimg";   google_cpa_choice = "CAAQpJilgwIaCAHfCsJsYvWyKKSxynM";   google_ad_channel = "8308630173";   //--&gt;&lt;/script&gt;   &lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;  &lt;/script&gt;&lt;iframe name="google_ads_frame" src="http://pagead2.googlesyndication.com/cpa/ads?client=ca-pub-8769211708551678&amp;amp;cpa_choice=CAAQpJilgwIaCAHfCsJsYvWyKKSxynM&amp;amp;oe=UTF-8&amp;amp;dt=1214303873218&amp;amp;lmt=1214303855&amp;amp;format=468x60_as_rimg&amp;amp;output=html&amp;amp;correlator=1214303873171&amp;amp;channel=8308630173&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.silaban.net%2F1990%2F09%2F29%2Fforum-untuk-pelajar-brutal%2F&amp;amp;region=_google_cpa_region_&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fsearch%3Fhl%3Den%26q%3Dkenakalan%2Bpelajar%26btnG%3DSearch&amp;amp;frm=0&amp;amp;cc=100&amp;amp;ga_vid=2089416344167632400.1214303873&amp;amp;ga_sid=1214303873&amp;amp;ga_hid=722215951&amp;amp;flash=9.0.115&amp;amp;u_h=768&amp;amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=738&amp;amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_tz=420&amp;amp;u_his=11&amp;amp;u_java=true&amp;amp;u_nplug=7&amp;amp;u_nmime=20" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" frameborder="0" height="60" scrolling="no" width="468"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                   &lt;!-- You can start editing here. --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-3514925453761316969?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/3514925453761316969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=3514925453761316969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/3514925453761316969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/3514925453761316969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/06/pelajar-brutal.html' title='pelajar brutal'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-347239473445927428</id><published>2008-06-24T02:47:00.001-07:00</published><updated>2008-06-24T02:53:40.663-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_zd20rWNw2Ks/SGDEBXd2ryI/AAAAAAAAAAM/bpMKLlr3irU/s1600-h/836499971l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_zd20rWNw2Ks/SGDEBXd2ryI/AAAAAAAAAAM/bpMKLlr3irU/s320/836499971l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215383896253181730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a name="0.1_table01"&gt;&lt;/a&gt;Dasar Filosofi&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Perennealisim &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Realis&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Essentialism &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Idealis, Realis&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Progressivism &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pragmatis&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Meningkatkan kemampuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;makhluk manusia , yaitu kemampuan berpikir.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Meningkatkan kemapuan berpikir yang berkaitan dengan hal-hal esensial / mendasar yang seharusnya manusia itu mengetahui, kelangsungan hidupnya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mengembangkan teori teri pendidikan yang mendasarkan diri pada salah satu prinsip: anak harus bebas untuk dapat berkembang secara wajar.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pengetahuan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Cenderung menekankan seni dan sains dengan dimensi perennial yang bersifat integral dengan sejarah manusia.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Yakin pada pengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri ; Mengkritik progresivisme karena merusak standar-standar intelektual dan moral diantara kaum muda.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pengetahuan yang benar dimasa kini mungkin tidak benar dimasa mendatang.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mengenal kebenaran abadi dan universal.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi mendasar tentang dunia yang didiami serta tertarik pada kemajuan masyarakat teknis.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Aliran ini menentang pendidikan tradisional; Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Materi kurikulum&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kurikulum bersifat wajib dan berlaku umum, yang harus mencakup: Bahasa, Matematika, Logika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Sejarah.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mulai timbul pemisah antara pelajaran-pelajara teoritik yang memerdekakan akal dengan pelajaran-pelajaran praktek.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Guru sebagai pemimpin dalam metode proyek yang nenberi peranan kepada murid cukup besar dalam proses pendidikan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Metode&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Membimbing individu kepada kebenaran utama&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Menitikberatkan penerapan prinsip idealisme/ realisme,fisafat idealisme memberikan dasar tinjauan filosofis bagi materi pelajaran sejarah, sedangkan IPA berdasarkan tinjauan yang realistik.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bercorak student-centered, pendidik adalah motivator dalam iklim demokratis dan menyenagkan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt; Pemikir Besar/ Ahli&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Robert Maynard Hutchins, Ortimer Adler.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;William C.Bagley, Yhomas Briggs, Frederick Breed, dan Isac L. Kandell.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;George Axtelle, William D. Stanley, Ernest Bayley&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-347239473445927428?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/347239473445927428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=347239473445927428' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/347239473445927428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/347239473445927428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/06/dasar-filosofi-perennealisim-realis_24.html' title=''/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_zd20rWNw2Ks/SGDEBXd2ryI/AAAAAAAAAAM/bpMKLlr3irU/s72-c/836499971l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-2219954647516815056</id><published>2008-06-24T02:47:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T02:48:46.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perennealisim'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a name="0.1_table01"&gt;&lt;/a&gt;Dasar Filosofi&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Perennealisim &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Realis&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Essentialism &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Idealis, Realis&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Progressivism &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pragmatis&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Meningkatkan kemampuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;makhluk manusia , yaitu kemampuan berpikir.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Meningkatkan kemapuan berpikir yang berkaitan dengan hal-hal esensial / mendasar yang seharusnya manusia itu mengetahui, kelangsungan hidupnya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mengembangkan teori teri pendidikan yang mendasarkan diri pada salah satu prinsip: anak harus bebas untuk dapat berkembang secara wajar.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pengetahuan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Cenderung menekankan seni dan sains dengan dimensi perennial yang bersifat integral dengan sejarah manusia.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Yakin pada pengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri ; Mengkritik progresivisme karena merusak standar-standar intelektual dan moral diantara kaum muda.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pengetahuan yang benar dimasa kini mungkin tidak benar dimasa mendatang.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mengenal kebenaran abadi dan universal.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi mendasar tentang dunia yang didiami serta tertarik pada kemajuan masyarakat teknis.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Aliran ini menentang pendidikan tradisional; Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Materi kurikulum&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kurikulum bersifat wajib dan berlaku umum, yang harus mencakup: Bahasa, Matematika, Logika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Sejarah.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mulai timbul pemisah antara pelajaran-pelajara teoritik yang memerdekakan akal dengan pelajaran-pelajaran praktek.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Guru sebagai pemimpin dalam metode proyek yang nenberi peranan kepada murid cukup besar dalam proses pendidikan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Metode&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Membimbing individu kepada kebenaran utama&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Menitikberatkan penerapan prinsip idealisme/ realisme,fisafat idealisme memberikan dasar tinjauan filosofis bagi materi pelajaran sejarah, sedangkan IPA berdasarkan tinjauan yang realistik.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bercorak student-centered, pendidik adalah motivator dalam iklim demokratis dan menyenagkan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:place&gt; Pemikir Besar/ Ahli&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Robert Maynard Hutchins, Ortimer Adler.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;William C.Bagley, Yhomas Briggs, Frederick Breed, dan Isac L. Kandell.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;George Axtelle, William D. Stanley, Ernest Bayley&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-2219954647516815056?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/2219954647516815056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=2219954647516815056' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/2219954647516815056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/2219954647516815056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/06/dasar-filosofi-perennealisim-realis.html' title=''/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-3609192842458970924</id><published>2008-04-09T00:47:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T01:08:35.532-07:00</updated><title type='text'>TUGAS</title><content type='html'>Pengertian pendidikan&lt;br /&gt;pendidikan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengekplorasikan segenap potensi dirinya.sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaanya agarmampu berkompetensi di dalam lingkup kehidupanya,menurut saya pendidikan merupaka aktivitas untuk melayani orang,misalnya seorang guru mentrasfer ilmunya kepada muridnya,seorang guru melayani kepada setiap anak didiknya,sehingga terjadi proses mengajar,oleh karena itu pendidikan merupakan suatu sarana untuk menterasfer ilmu,agar para anak didiknya mampu berkompetisi dalam hidupnya yang akan datang agar menjadi individu yang sukses kelak.&lt;br /&gt;pengajaran merupakan sama halnya seperti pendidikan akan tetapi pengajaran lebih cendrung bersifat tidak formal  contohya pengajian,kursus yang bersipat tidak formal.&lt;br /&gt;2. posisi kita pada  saat ada tantangan atau di berikan tugas oleh guru.pada saat itu mental kita akan tertangan oleh hal tersebut,mental kita akan mengalami ekslasi,contohya pada saat UAS,UAN.dan lain lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-3609192842458970924?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/3609192842458970924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=3609192842458970924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/3609192842458970924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/3609192842458970924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/04/tugas.html' title='TUGAS'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3234200411419748080.post-8729224730109423104</id><published>2008-03-24T04:15:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T04:16:26.328-07:00</updated><title type='text'>hdgdf</title><content type='html'>jyfgh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3234200411419748080-8729224730109423104?l=arifunindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/feeds/8729224730109423104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3234200411419748080&amp;postID=8729224730109423104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/8729224730109423104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3234200411419748080/posts/default/8729224730109423104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/03/hdgdf.html' title='hdgdf'/><author><name>hitler</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13021984162713614602</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
